Cleo Indonesia

Cari Tahu Situasi Terkini di Perusahaan Yang Anda Taksir

Ingin tahu apa yang sedang terjadi di dalam perusahaan yang Anda lamar sebelum mengisi posisi yang diidamkan? Cobalah mengajukan pertanyaan dengan cermat dalam sesi wawancara.
 
Seorang teman yang baru pindah kerja mengatakan kepada Anda bahwa ia merasa kecewadenganperusahaanbaru. She thinks she knows that company, but she doesn’t. Ternyata situasi perusahaan tersebut kurang baik, memiliki aturan yang serba ketat, karyawan tidak semangat kerja karena tidak ada reward, dan ada banyak kabar burung beredar. Ia baru mengetahui semuanya setelah berada di dalamnya. Ia pun menyesal karena telah terburu-buru dalam mengambil keputusan. Ini juga merupakan akibat dari kurang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan situasi perusahaan dan tidak mengajukan pertanyaan apapun saat sesi wawancara kerja.




Seperti yang Anda tahu, kebanyakan pewawancara memberikan Anda kesempatan untuk mengajukan pertanyaan setelah sesi wawancara selesai. Inilah kesempatan untuk mengetahui seperti apa rasanya bekerja di perusahaan itu. Namun pertanyaan apakah yang sebaiknya diajukan? Dengan mengajukan beberapa pertanyaan ini, Anda bisa mendapatkan informasi penting dan mengambil kesimpulan tentang budaya perusahaan yang berlaku di perusahaan yang Anda tuju.
 
“Bagaimana cara Anda sebagai manajer untuk memotivasi tim?”
  • Menurut Billy Latuputty, konsultan EXPERD Consultant, bentuk pertanyaan ini sangat spesifik dan mengarah kepada gaya kepemimpinan pewawancara atau calon atasan di perusahaan yang Anda lamar. Hal ini dapat menimbulkan kesan bahwa Anda terlalu menyelidiki pribadi pewawancara, sehingga bisa membuatnya merasa tidak nyaman. Pertanyaan yang diajukan sebaiknya bersifat lebih umum dan mengarah kepada mekanisme yang berlaku di perusahaan. Contohnya ,“Strategi apa yang selama ini diterapkan oleh manajemen perusahaan untuk memacu dan menjaga motivasi kerja karyawan?”
 
 
“Apa yang membuat Anda bangga bekerja di perusahaan ini?”
  • Respons dari pertanyaan ini bisa sangat bervariasi, tergantung dari pengalaman pribadi setiap orang dengan perusahaannya. Oleh karena itu informasi yang Anda dapat mungkin tidak memiliki banyak manfaat.
 
“Apa yang akan Anda sarankan kepada kandidat baru seperti saya untuk dapat beradaptasi dengan baik di perusahaan ini dan mencapai hasil maksimal untuk mendukung kemajuan perusahaan?”
  • Dengan mengajukan pertanyaan ini Anda menempatkan diri sebagai orang yang meminta saran dari pewawancara yang dianggap memiliki lebih banyak pengalaman. Umumnya orang senang berbagi pengalaman dan memberikan saran. Melalui saran yang dikemukakan oleh pewawancara, Anda bisa mengambil kesimpulan tentang apa yang dianggap penting dalam perusahaan.
 
“Bagaimana cara perusahaan Anda menangani kesalahan yang dilakukan oleh karyawan baru?”
  • Pertanyaan ini berpotensi menimbulkan kecurigaan pada diri pewawancara karena membentuk kesan seolah-olah Anda berencana melakukan pelanggaran atau tidak suka terhadap peraturan. Cobalah mengajukan pertanyaan yang lebih netral seperti ini,  “Bagaimana perusahaan menerapkan sistem reward dan punishment dalam menjaga profesionalisme dan sikap kerja yang positif?” Contoh pertanyaan lainnya adalah, “Apakah ada sanksi yang diterapkan jika karyawan tidak memenuhi standar kerja yang ditetapkan perusahaan?”
 
“Di perusahaan Anda, apa hal yang biasanya menyebabkan konflik dan bagaimana cara konflik diselesaikan?”
  • Anda mungkin tergoda untuk menanyakan hal ini agar bisa mengetahui dinamika kerja, gaya berkomunikasi di dalam perusahaan, dan cara perusahaan menangani konflik. Namun, boleh jadi pertanyaan ini memicu kecurigaan pewawancara terhadap kematangan dan kesediaan Anda dalam menghadapi konflik. Hal ini juga tergolong sensitif, jadi tidak semua pewawancara bersedia untuk menjawab hal ini saat sesi wawancara.
 
“Apa keluhan yang paling umum karyawan katakan tentang budaya perusahaan?”
  • Kata keluhan memiliki konotasi negatif. Jadi kemungkinannya adalah pewawancara tidak ingin mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan keluhan karyawan kepada Anda.
 
 
Teks FathiaFauzia
Konsultan Billy Latuputty (EXPERD Consultant)
Foto 123RF
 
 

Share this article :

Related posts