Perpaduan Indonesia dan Jepang















































Mo Brothers siap menghadirkan film Killers yang bekerjasama dengan sineas Jepang.


     Dunia film di Indonesia akan diramaikan dengan kedatangan film Killers. Film karya  Mo Brothers (Timo Tjahjanto dan  Kimo Stamboel) tersebut bekerja sama dengan sineas Jepang. Mengangkat cerita gelap tentang kehidupan pembunuh berantai Nomura (Kazuki Kitamura) di Jepang yang tanpa sengaja berhubungan dengan jurnalis Indonesia bernama Bayu (Oka Antara), film Killers dipastikan akan tampil beda dengan film-film Indonesia selama ini.

     “Pastinya film ini akan tampil beda dengan film Indonesia yang ada, yang jelas dari segi cerita sudah sangat berbeda,” ujar Kimo Stamboel dalam jumpa pers di Pisa Kafe, Jakarta belum lama ini.

    Mengusung genre action thriller, film ini didukung oleh nama-nama yang tidak asing di perfilman lokal. Daftar produsernya diramaikan oleh Gareth Evans yang sukses lewat The Raid. Nama-nama artisnya pun tak diragukan lagi seperti Oka Antara, Luna Maya, Tara Basro dan Kazuki Kitamura. Kazuki yang aktor Jepang merupakan aktor senior yang tampil dalam film-film besar seperti Kill Bill Vol. 1 dan Battleship Yamato.

    Killers mengangkat kisah tentang Nomura yang hidup sukses di Tokyo, Jepang. Meski tampak sempurna dari luar ternyata Nomura adalah pembunuh berantai yang sangat terkenal. Modusnya sendiri sangat unik dimana Nomura memposting video-video yang berisi pembunuhan sadis yang ia lakukan di situs publik dan sangat senang begitu mengetahui banyak orang yang menonton video karyanya. Sementara di Jakarta, seorang jurnalis bernama Bayu tanpa sengaja melihat video hasil postingan Nomura tersebut. Sebuah alter ego dalam dirinya pun muncul dan pikirannya membentuk sebuah justifikasi atas pembunuhan. Nomura yang percaya diri pun akhirnya mulai merasa menemukan saingan begitu mengetahui bahwa video-video postingan Bayu ternyata ditonton lebih banyak orang daripada dirinya.

    Oka Antara sebagai pemeran Bayu mengatakan jika film ini akan membawa arti baru bagi film action Indonesia. “Yang pasti film ini akan sangat bloody, bahkan melebihi Rumah Dara,” ujarnya.

     Proses produksinya sendiri menggandeng rumah produksi Jepang Nikkatsu & Image Lab Corp. Selama 20 hari syuting akan dilakukan di Jepang dan sisanya selama 30 hari akan dilakukan di Jakarta. Film ini sendiri dijadwalkan akan tampil di Indonesia pada akhir tahun 2013.