Cleo Indonesia

Korean Wave, Fans, and Music Industry

What is it? How it works? Who got influenced by it?
 
Oleh: Nandya Gita, Redaktur Senior Fashion & Beauty


 
Bang bang bang!!!” begitu bunyi bait dari salah satu lagu grup idol Korea yang mungkin teman-teman kantor saya sudah enek mendengarkannya—karena saya sering memutar dan melantunkannya di kantor. Ya, saya memang penggemar musik Korea atau yang lebih akrab disebut K-Pop.
 
Beberapa tahun belakangan ini fenomena K-Pop memang hangat diperbincangkan di tengah-tengah masyarakat. Fenomena itu biasa disebut Hallyu atau Korean Wave, yaitu sebuah fenomena arus penyebaran budaya Korea melalui kebudayaan popular seperti musik, film, serial televisi, dan fashion. Saya sendiri mulai menyukai Korea melalui serial drama seperti Endless Love, Winter Sonata, dan Full House yang ditayangkan di stasiun-stasiun TV swasta. Saat itu saya masih duduk di sekolah dasar dan setiap pulang sekolah saya selalu menonton serial drama Korea bersama ibu saya. Kemudian di tahun 2010, anak muda Indonesia mulai diperkenalkan pada Wonder Girls yang merupakan cikal bakal populernya fenomena idol group di negeri ginseng ini. Setelah itu semakin banyak bermunculan boyband dan girlband yang mulai menyebarkan demam Korea.
 
Tapi mengapa sebenarnya K-Pop itu begitu populer dan bagaimana dampaknya terhadap kaum muda Indonesia dan industri musik di tanah air? Musik Korea mendapatkan tempat di kalangan masyarakat karena mereka mampu mengemasnya menjadi sesuatu yang berbeda dan menarik. Tak hanya menyajikan musik yang catchy, mereka juga melibatkan unsur koreografi dan fashion yang punya karakteristik kuat, serta dengan menunjukkan keunggulan dalam hal ketampanan dan kecantikan.
 
Demam K-Pop ini dapat dilihat dari antusiasme masyarakat Indonesia yang umumnya didominasi oleh para kaum wanita dengan menonton secara langsung konser grup idol favorit mereka. Contohnya terjadi pada saya yang rela menjual kamera saya agar bisa bertemu dengan grup idol favorit saya, BigBang.
 
Bukan hanya dalam segi musik dan drama, demam Korea ini juga menyebar dari segi fashion. Banyak yang niat mengeluarkan jutaan rupiah untuk membeli barang-barang yang dikenakan oleh idol mereka. Ya, saya juga termasuk di dalamnya. Rasanya ada sensasi tersendiri ketika kita mengenakan item yang sama dengan idola kita. Ibarat pepatah mengatakan, “jauh di mata, dekat di hati.”
 
Perkembangn musik Korea di Indonesia pun melesat tajam dengan sempat mewabahnya boyband/girlband yang dibentuk, seperti Smash dan Cherrybelle. Namun dari awal kemunculannya banyak mengalami pro kontra. Masyarakat menganggap bahwa ini hanya latah mengikuti atau menjiplak saja. Hal ini membuat saya bertanya, apakah orang Indonesia hanya bisa meniru? Why can’t we create our own “wave”? Kebudayaan Korea begitu popular karena didukung penuh oleh pemerintah Korea dengan membuat saluran TV internasional bernama Arirang TV. Bagaimana dengan Indonesia? Maukah pemerintah kita bekerja sama dengan para pemuda-pemudi kreatif untuk menciptakan sesuatu yang orisinal, berkualitas, dan menarik yang dapat membius orang banyak seperti layaknya Korean Wave?
 
Foto 123rf
 
 

Share this article :

Related posts