FUNNY IS THE NEW SEXY: Suryadini, 25, Penyiar Radio



Pendekatan Humoris
Cute guys make you crazy. Hot guys make you melt. Cool guys make you daydream. But funny guys make you fall in love without knowing it. So, yes, funny is the new sexy. Seksi itu bisa dilihat dari banyak sisi. Menurut sebagian wanita yang saya temui, humoris adalah bagian dari keseksian. Berdasarkan pengalaman pribadi, itu adalah salah satu cara untuk dilirik wanita, hahaha…. Sisi humoris itu bisa membuat ngobrol lebih enak atau membuka pembicaraan. Sejauh ini, itu jadi salah satu cara yang saya pakai saat pendekatan dengan wanita tertentu. Meskipun tidak setiap saat, saya akan bercanda. Ada kalanya saya juga bicara serius atau malah bijak banget.

Efek Sampingnya
Kalau soal pekerjaan sih, saya dapat tawaran pekerjaan karena image humoris tersebut. Tapi untuk menjadi penyiar, presenter, atau MC, kan, tidak harus humoris. Itu tergantung dari image yang mau dijual. Namun yang saya rasakan, dengan menjadi humoris, saya jadi lebih mudah untuk ice breaking saat suasana nggak enak, misalnya saat bosan. Meskipun demikian saat lagi bercanda gila bareng teman-teman, dan ngga bisa kontrol diri, saya pernah mengalami efek negatif dari humor saya sendiri. Saat sedang bercanda soal orang tertentu, eh orangnya ada di belakang saya. Hehehe... Sejauh ini sih –untungnya, nggak ada yang membuat saya kehilangan pekerjaan, atau sebenarnya saya nggak tahu ya kalau ternyata ada yang diam-diam sakit hati. Untuk saya sendiri, candaan paling mengganggu itu, saat kita lagi makan, ada teman yang menarik piring makanan kita sambil bilang, “sudah, sudah, sudah selesai. Mau pulang.” Menurut saya itu sangat tidak lucu dan klasik banget. Apa sih, bercandaan zaman Charlie Chaplin masih dipakai aja, itu yang langsung ada dalam pikiran saya.

Never try to be funny
Nggak, saya nggak pernah berpikir untuk jadi comic (sebutan untuk pelaku stand up comedy –red.) dan melakukan stand up comedy. Itu bukan karakter saya yang harus mempersiapkan humor, mencari bahan untuk dibuat lucu. Honestly, I never try to be funny. Saya orangnya lebih spontan, lihat situasi, baru bisa komentar lucu. Kesulitan terbesar saat harus melucu saat di atas panggung atau di depan publik, adalah saya harus tetap lucu meskipun saya sedang down, cape banget, atau sedang galau. Sementara, orang lain mengenali saya sebagai Surya yang lucu, padahal kan tidak setiap saat mood saya sedang baik. Nah, menjaga mood itu lebih susah daripada harus menghadapi tandem yang nggak lucu.