Cleo Indonesia

Apakah Anda Terlalu Banyak (Pura-pura) Kerja?

Ini solusi yang bisa membuat Anda tidak perlu lembur lagi.

Sebelum mengeluh dan menolak tugas baru yang diberikan oleh atasan karena merasa memiliki beban pekerjaan terlalu banyak, sebaiknya ketahui kebiasaan Anda saat bekerja. Apakah benar Anda memiliki beban pekerjaan yang terlalu banyak dan tidak memiliki cukup waktu atau ternyata suka menunda menyelesaikan pekerjaan?

Menurut Wesmira Parastuti (Mia), M.Psi, psikolog dan konsultan dari WESMIRA Psychological & Consultancy Services, Anda perlu berkomitmen, disiplin, dan bijaksana dalam memanfaatkan waktu. Ini solusi yang bisa Anda terapkan.

Fleksibel tetapi tegas
Dalam bekerja, Anda menggunakan teknologi seperti komputer, smartphone, dan email, sehingga mudah berkomunikasi dengan rekan kerja. Namun, Anda merasa rekan kerja suka bertanya tentang pekerjaan di luar jam dan hari kerja. Terkadang Anda ingin menyisihkan satu hari atau beberapa jam dalam satu hari untuk menjauh dari teknologi dan tidak bisa diganggu oleh rekan kerja.
Menurut Mia, Anda sebaiknya bijaksana memilih waktu yang tepat untuk bisa dihubungi dan tidak. Tidak perlu sungkan berkata sebelumnya bahwa ada jam-jam tertentu bahwa Anda sudah tidak dapat dihubungi kecuali urusan yang sangat mendesak, seperti di waktu jam tidur hingga keesokan paginya dan saat perayaan hari raya. Jadilah karyawan yang fleksibel, tetapi tegas dalam berkomitmen kerja.

Menolak tugas baru
Anda belum menyelesaikan satu pekerjaan, tetapi atasan sudah memberikan tugas baru untuk Anda. Jika memang tugas yang diberikan adalah bagian dari job desc dan tanggung jawab, maka sudah semestinya tugas itu diselesaikan. Namun, jika tugas tersebut berada di luar job desc Anda, cobalah mengomunikasikan pada atasan yang memberikan tugas.
Sampaikan dengan sopan dan tepat menuju sasaran. Anda bisa bertanya mengapa tugas tersebut diberikan kepada Anda atau mungkin tugas itu lebih ideal jika dikerjakan oleh bagian yang lebih bertanggung jawab. Beritahu juga tugas-tugas yang sedang Anda kerjakan. Jika waktu yang tersisa terasa tidak memadai, atasan akan mengerti posisi dan beban yang sedang Anda selesaikan. Hindari sekadar menolak tugas tanpa memberikan penjelasan karena bisa terjadi kesalahpahaman.

Baca juga: 4 Cara Agar Tidak Lembur Lagi

Mengurangi kesalahan
Kesalahan dalam bekerja bisa terjadi karena belum menguasai tugas tersebut. Sisihkanlah waktu untuk belajar hingga Anda mahir dengan hal yang akan dihadapi. Jika sudah memahami dan menguasai tetapi masih terjadi kesalahan, faktor penyebabnya adalah kurang teliti, kurang konsentrasi, dan tidak fokus pada tugas.
Kesalahan mungkin terjadi karena pikiran “mendua” dan Anda melakukan tugas dengan tergesa-gesa. Oleh karena itu, mulailah setiap tugas dengan niat bahwa Anda akan bersungguh-sungguh mengerjakannya. Cari tahu hal-hal yang sering menjadi gangguan bagi Anda dan sebisa mungkin menyingkirkan hal tersebut agar Anda bisa berkonsentrasi penuh saat bekerja.

Cuti tanpa “menghilang”
Sama seperti beberapa karyawan lain, Anda bekerja lebih keras dan lebih lama daripada sebelumnya untuk membuktikan kemampuan dan untuk mempertahankan pekerjaan. Supaya Anda bisa menikmati cuti tanpa memikirkan pekerjaan dan tidak mau dianggap “menghilang” dari kantor, cobalah meyakinkan diri sendiri bahwa hal yang utama adalah kesehatan dan waktu untuk beristirahat.
Tujuan Anda cuti adalah untuk mengembalikan stamina agar bisa bekerja lebih prima. Setelah menyadari hal itu, Anda tidak akan merasa berat untuk meninggalkan pekerjaan sementara waktu.

Baca juga: Macam-macam Alasan Cuti

Teks Fathia Fauzia
Foto Pexels
 

Share this article :

Related posts