Cleo Indonesia

6 Penyebab ‘Uang’ Hilang Tiba-Tiba


Pernahkah Anda merasa tiba-tiba nominal di rekening ludes? CLEO tahu penyebabnya





Helen sedang berjalan-jalan di sekitar pusat perbelanjaan dan memang hanya berniat untuk window shopping saja. Menit pertama ia melihat-lihat deretan dress yang berjejer cantik di hanger dan mengambil sebuah flowery dress berwarna hijau. Tak lama datanglah seorang pramuniaga mendatangi dan bertanya, “Dress yang bagus. Cocok tuh sama warna kulit.” Karena merasa tidak enak, Helen pun membeli dress tersebut. Pernah mengalami hal serupa? Kalau Anda terus seperti itu, bisa-bisa keuangan Anda berantakan hanya untuk membeli barang yang sebenarnya tidak Anda inginkan. Jika ingin terbebas dari kondisi membelanjakan uang secara tiba-tiba, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari:

1.    Terlalu Sering ‘Window Shopping’
Jika Anda termasuk seorang shopaholic yang sedang dalam tahap berusaha insyaf, cobalah untuk mengurangi frekuensi datang ke mall atau pusat perbelanjaan lainnya. Jika ada janji dengan teman, lebih baik dilakukan di coffee shop atau restoran saja. Hal ini untuk mengurangi frekuensi window shopping yang biasanya menjadi agenda setelah bertemu dengan teman di mall. Pengeluaran untuk makan dan minum lebih rasional ketimbang Anda melakukan window shopping dan membeli barang-barang yang seharusnya tidak ada di dalam list belanja Anda. Usahakan Anda hanya mengunjungi pusat perbelanjaan ketika memang sedang ingin membeli sesuatu.

2.    Segan Utuk Menolak
Sama seperti kejadian yang dialami Helen, biasanya para wanita merasa tidak enak karena telah diikuti oleh para pramuniaga dan ditawarkan model ini itu. Untuk kasus seperti ini lebih sering terjadi pada barang jenis pakaian. Yang pada awalnya Anda hanya berniat melakukan window shopping, akhirnya pun membeli barang yang ditawarkan oleh sang pramuniaga karena rasa tidak enak. Keputusan Anda ini justru akan membuat Anda merasa tidak puas dan ingin membeli model lain yang lebih disenangi. Sebenarnya, cukup dengan mengatakan, “Maaf, saya hanya ingin lihat-lihat. Terimakasih”, sang pramuniaga pasti akan meninggalkan Anda.

3.    Gengsi Tinggi
Hampir sama dengan kondisi segan untuk menolak, gengsi yang tinggi juga biasanya dimiliki wanita yang pada awalnya hanya ingin melihat-lihat. Karena lama berkeliling di sebuah fashion store yang dijaga banyak pramuniaga, tak jarang para pendatang pun akhirnya merasa gengsi jika tidak membeli apa-apa dari outlet tersebut. Hal ini pasti pernah Anda alami setidaknya satu kali. Sebenarnya Anda tak perlu merasa gengsi. Pramuniaga bukan polisi yang akan menangkap Anda jika tak membeli satu barang pun dari store. Jadi jangan memaksakan diri untuk membeli jika memang tidak ada barang yang pas di hati.

4.    Malas Mencoba
Karena terlanjur jatuh cinta dengan sepatu atau pakaian di sebuah pusat perbelanjaan, terkadang Anda pasti pernah malas untuk mencobanya. Merasa size yang tertera di dalam label baju sesuai dengan tubuh, Anda langsung membawa beberapa baju yang disenangi ke meja kasir. Padahal, baju, baju tersebut belum tentu cocok dan nyaman Anda kenakan. Hal serupa juga biasa terjadi ketika wanita membeli alas kaki. So, ketika membeli baju, sepatu, ataupun barang yang dikenakan di tubuh, akan lebih baik jika mencobanya terlebih dahulu. Jika membeli sepatu, pastikan nyaman untuk dibawa jalan dan cukup kuat menopang beban tubuh Anda

5.    Spaving
Spaving berarti menghamburkan uang dengan alasan ingin berhemat. Ketika sedang berjalan menyusuri lorong mall, Anda melihat papan di depan sebuah outlet bertuliskan “Further Reduction Up to 90%!” Nah…melihat tulisan tersebut hati siapa yang tak gundah gulana? Jika Anda melangkahkan kaki masuk ke dalam outlet tersebut, tandanya Anda telah terkena jeratan diskon. Barang yang dikenai diskon biasanya kurang sesuai dengan selera. Tetapi dalam argumen Anda, mumpung sedang murah tak ada salahnya membeli. Coba deh tanyakan pada diri sendiri apakah Anda membutuhkannya atau tidak. Jika terbiasa melakukan spaving, setiap akhir bulan Anda akan bertanya-tanya mengapa membeli setumpuk barang yang akhirnya tak digunakan.

6.    Kesalahan Penggunaan Kartu Kredit
Perlu diingat, Babes, kartu kredit bukanlah uang tambahan, melainkan alat penunda pembayaran. Seringkali Anda berlebihan dalam membelanjakan kartu kredit hingga hampir menghabiskan limit yang tersedia. Padahal penggunaan kartu kredit menurut pakar keuangan mksimal adalah 20% dari gaji pokok. Jika gaji pokok Anda Rp 10 juta, maka batas penggunaan limit kartu kredit Anda tiap bulannya adalah Rp 2 juta.


NOVITA PERMATASARI
FOTO: FOTOSEARCH

Share this article :

Related posts