Cleo Indonesia

Membongkar Mitos Teknologi

Banyak hal yang dipercaya pengguna teknologi tapi tak dapat dibuktikan kebenarannya.
 
Teknologi berkembang begitu cepat, mulai dari bentuk smartphone yang selalu berubah setiap tahunnya hingga munculnya sistem operasi versi terbaru setiap beberapa bulan sekali. Namun di tengah perkembangan tersebut, ada juga mitos-mitos teknologi yang menyebar dengan cepat dan diragukan kebenarannya. Ini dia beberapa mitos teknologi yang sering Anda dengar (atau lakukan) tapi pada kenyataannya tidak akurat.


1. Smartphone penyebab kanker
Isu tentang radiasi sinyal smartphone sebagai salah satu penyebab kanker sudah lama berembus. Namun, hasil studi National Cancer Institute tahun 2011 menunjukkan, tidak ada pengaruh dari energi frekuensi smartphone sebagai penyebab kanker. Penelitian ini menyatakan bahwa menggunakan smartphone tidak berarti akan terkena kanker otak karena sel-sel kanker juga amat dipengaruhi oleh gaya hidup, asupan makanan, dan kebiasaan merokok.
 
2. Magnet menghapus data
Ya, magnet memang bisa digunakan untuk menghapus data di hard drive PC Anda, namun, diperlukan magnet berkekuatan besar untuk melakukan hal tersebut. Tak perlu khawatir jika magnet kecil yang biasa ditempelkan di kulkas Anda dapat merusak PC, karena daya magnet tersebut tidak memiliki dampak yang merusak.
 
3. Kamera smartphone yang bagus memiliki megapixel tinggi
Banyak orang beranggapan, semakin bagus kamera smartphone, maka semakin tinggi megapixel-nya. Padahal yang menjadi tolok ukur kualitas gambar adalah ukuran sensor dan lensa. Ini mungkin yang membuat Anda bertanya-tanya mengapa kamera 10 MP di smartphone A hasilnya justru lebih jelek daripada smartphone B yang kameranya hanya 8 MP. Mungkin karena smartphone tersebut punya sensor yang berukuran besar dan lensa yang lebih bagus.
 
4. Cas smartphone saat benar-benar habis
Mitos ini sangat populer di masyarakat, padahal sebenarnya, mengecas smartphone sebelum baterai habis justru sangat baik. Umumnya, baterai memiliki ketahanan hingga 500 siklus, dan sebisa mungkin jangan mengisi daya setelah baterai benar-benar habis agar siklus baterai smartphone tak cepat habis dan menjadi boros. Ada baiknya ketika baterai berada antara 30-40 persen, lakukan isi ulang daya.
 
5. Cas semalam suntuk merusak smartphone
Dengan perkembangan teknologi saat ini, banyak smartphone canggih yang beredar di pasaran sudah dibekali baterai jenis lithium-ion. Baterai jenis ini secara otomatis dapat menghentikan proses pengisian daya bila baterai sudah terisi penuh.

Teks Imelda Rahmawati Foto Fotosearch

Share this article :

Related posts