Cleo Indonesia

Antre Sebelum Menaiki Kereta

Kini sudah saatnya memberikan teguran kepada penyerobot antrean.
 
Oleh: Fathia Fauzia, Redaktur Madya CLEO Indonesia
 
Kalau ditanya hal apa yang sering membuat saya frustasi saat menggunakan kendaraan umum, jawabannya mungkin hanya satu, yaitu masalah antrean. Sebagai pengguna commuter line atau kereta listrik di Jabodetabek, saya sering meringis saat melihat antrean yang berantakan di stasiun.


 
Antrean panjang dan berantakan masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di banyak stasiun di Jabodetabek. Dimulai dari antrean masuk ke stasiun ataupun antrean di depan loket tiket, saya masih menemukan orang-orang yang menyerobot karena tidak sabar atau sedang terburu-buru di jam sibuk. Ada juga yangmengeluh dan heran mengapa barisan antrean di sebelah kiri atau kanan bisa berjalan lebih cepat daripada barisan mereka.
 
Selanjutnya di peron, saat menunggu kereta orang-orang terlihat santai dan menundukkan kepala sambil memainkan handphone. Namun setelah mendengar pengumuman bahwa kereta akan datang, barisan penumpang yang sedang menunggu mulai berantakan, terutama ketika keadaan sedang ramai.Bagi saya adalah sebuah mimpi buruk saat melihat beberapa orang saling dorong di depan pintu kereta untuk menjadi yang pertama memasuki gerbong dan berusaha mendapatkan tempat duduk.Padahal seharusnya penumpang yang ingin menaiki kereta mendahulukan penumpang yang ingin keluar terlebih dahulu. Pada akhirnya, saling mendorong hanya membuat orang lain kesal, bahkan mungkin terluka. Di samping itu tanpa mengantre dengan teratur, penumpang tidak bisa memasuki kereta dengan mudah.
 
Saya tahu semua orang sedang terburu-buru dan ingin tiba tepat waktu di tempat tujuan. Namun masih ada beberapa orang yang tidak bisa menunggu sebentar hingga tiba saatnya giliran mereka untuk masuk ke dalam kereta.Kalau kita bisa menunggu dengan tertib di tempat-tempat lain, misalnya di lift, di bank, dan di kasir supermarket, mengapa tidak bisa mengantre saat ingin menaiki kereta? Lagi pula, bukankah kita diajarkan untuk mengantre sejak kecil, tetapi mengapa tidak mempraktikkannya saat menggunakan kendaraan umum?
 
Mengantre saat ingin menaiki kendaraan umum mungkin menyebalkan dan membosankan, tetapi menunjukkan kesopanan dan bukan merupakan sesuatu yang sia-sia. Dengan mengantre sebenarnya kita bisa menghemat waktu karena semua orang akan mendapatkan apa yang diinginkan pada akhirnya.
 
Perubahan perilaku penumpang dalam mengantremembutuhkan waktu, tetapi saya percaya hal ini bisa diwujudkan dengan mudah. Mulailah dengan tidak menegakkan aturan sendiri dan mementingkan kenyamanan bersama. Selain itu, berikan teguran dengan sopan kepada penumpang yang menyerobot antrean. Kadang kita terbiasa membiarkan antrean yang berantakan dan orang-orang yang menyerobot, sehingga tidak ada perubahan dalam hal kedisiplinan.
 
 
Teks Fathia Fauzia
Foto Fotosearch
 
 
 
 

Share this article :

Related posts