Cleo Indonesia

Leaving The Comfort Zone

Tak mudah untuk melangkahkan kaki keluar dari sebuah rumah yang nyaman untuk menerjang badai dan pindah ke hutan belantara. Percayalah.
 

 
Mari ibaratkan kantor Anda adalah sebuah rumah yang hangat, dengan anggota keluarga yang saling menyayangi, makanan yang berlimpah, dan tentu saja sebuah kamar dengan ranjang yang empuk. Pertanyaannya, sanggupkah Anda pergi dari rumah saat di luar ada badai datang dan berlari ke hutan? Pastinya tak mudah bagi Anda untuk menjawab pertanyaan ini. Bahkan, sebagian besar dari Anda mungkin akan memilih untuk tinggal di rumah saja menunggu badai reda. Begitupun dengan saya. Tapi kalau tak mencoba untuk keluar, tentunya Anda tak akan pernah tahu ada apa saja di sisi lain dunia ini.
 
Pemikiran ini menancap di pikiran saya usai berkumpul dengan teman yang kebetulan curhat soal kondisi kantornya yang sedang kurang stabil. Namun ia tidak berani mengambil risiko untuk mengambil kesempatan yang datang dari perusahaan yang lebih kecil. Ia lebih memilih ‘lari di tempat’ daripada harus berkompetisi di luar arena. Sebagian teman berkata alasan mereka bertahan di perusahaan tempat bekerja sekarang adalah karena sudah cukup merasa nyaman dan ingin ‘main aman’, apalagi kondisi ekonomi di negara kita saat ini sedang tidak stabil. Tetapi kadang ‘main aman’ membuat mereka menjadi tidak berkembang karena tidak mendapatkan kesempatan untuk melihat hal baru. Berkali-kali mencoba keluar, tetapi dengan memikirkan berbagai ketakutan seputar masalah-masalah yang akan dihadapi di luar nantinya, mereka pun batal pergi.
 
Jika digambarkan lewat visualisasi di atas, teman-teman saya ini termasuk dalam golongan orang-orang yang baru membuka pintu, melihat badai lalu jiper duluan, kemudian menutup pintu rumah kembali. Akhirnya, mereka pun menyesal mengapa tak mencoba untuk keluar dan mengeksplorasi diri. Hal klise yang rata-rata diucapkan adalah, “Kalau pindah ke perusahaan lain dan ternyata nggak asyik bagaimana?”, atau, “Aku nggak berani gambling. Mau yang pasti-pasti saja.” Semua ini adalah pilihan hidup, tergantung sebesar apa keberanian Anda dan sekuat apa Anda bisa bertahan. Because life begins at the end of your comfort zone.
 
Menurut saya, terkadang seseorang yang memiliki potensi bagus merasa kurang percaya diri, sementara seseorang yang biasa-biasa saja justru kelewat percaya diri. Tetapi percaya diri inilah yang membuat orang tersebut kemudian berkembang bagaikan ulat yang berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Jadi sebenarnya kita hanya membutuhkan secuil keberanian untuk bisa keluar dari comfort zone dan mencoba hal baru. Bukan berarti tidak fokus terhadap apa yang sudah didapat selama Anda bekerja, tetapi semua orang (termasuk Anda dan saya) memiliki hak untuk meningkatkan kemampuan di bidang yang diminati. Intinya, berapa lamapun Anda berada di perusahaan saat ini, ketika momen mentok itu tiba, jangan takut untuk membuat keputusan. Don’t be afraid to say goodbye, because your largest fear carries your greatest growth.
 
Teks Novita Permatasari
Foto Fotosearch
 

Share this article :

Related posts