Cleo Indonesia

Nice Girl Syndrome

Apakah benar bersikap baik membawa kita pada hasil yang baik pula? Mungkin ini saat yang tepat untuk ganti cara ‘bermain’.
 
Riesty Ichsana, Redaktur Madya Fashion & Beauty


 
Nice Girls Don’t Get the Corner Office & Nice Girls Don’t Get Rich. Bukan, ini bukan sebuah provokasi untuk Anda. Namun merupakan judul buku yang dikarang oleh Dr. Lois Frankel, seorang penulis di New York Times yang juga seorang leadership coach. Saya pernah membaca sebuah artikel berisi wawancara dengan Dr. Lois yang membahas mengenai nice girl syndrome. Bacaan ini seperti menyadarkan saya bahwa bersikap baik tidak selamanya menghasilkan kebaikan.
 
Apa sebenarnya nice girl syndrome? Menurut Dr. Lois, jika Anda lebih sering mengkhawatirkan perasaan orang lain dibandingkan perasaan sendiri, berarti Anda termasuk golongan nice girl syndrome. Atau jika merasa sungkan untuk mengungkapkan sesuatu yang patut Anda dapat, karena takut orang lain berpikir Anda orang yang rakus, Anda juga termasuk salah satunya. Contoh lain, apabila Anda ragu untuk membicarakan sebuah kebenaran karena khawatir orang lain menyebut Anda ‘bitchy’, itu adalah nice girl syndrome. Singkatnya, nice girl syndrome adalah wanita dewasa yang bersikap baik dalam definisi kebaikan yang diajarkan pada masa kecil. Namun masalahnya, ketika sudah dewasa, tidak ada yang mengingatkan mereka bahwa rules changed, and being nice no longer worked.
 
Saya langsung merasa tersindir dengan segala hal yang dijelaskan dalam artikel tersebut. Memang sudah karakter saya untuk tidak terlibat dalam konflik dan lebih suka bermain aman. Pepatah yang menyebutkan, “1000 sahabat kurang, 1 musuh terlalu banyak” mungkin terdengar lebay, tapi saya dapat memahaminya. Misalnya saja, saat saya merasa kurang cocok dengan seorang rekan kerja (see? Saya masih memperhalus kata ‘tidak cocok’ dengan ‘kurang cocok’), seringkali saya telan sendiri karena tidak ingin merusak suasana kerja. Alasannya sederhana, tidak mau dianggap ‘bitchy’. Padahal di akhir cerita, penilaian saya terbukti benar sehingga justru meninggalkan dampak buruk pada tim dan diri saya sendiri. Well, coba saat itu saya berani untuk membicarakan hal ini, tentu tidak akan berakhir tidak enak.
 
Kini saya tersadar, melakukan sesuatu yang menurut saya baik, tidak selalu membawa pada hasil yang baik pula. Jika dulu waktu kecil, kita sebagai perempuan diajarkan untuk bersikap baik, hal-hal itulah yang menjadi mindset dan habit saat tumbuh menjadi wanita dewasa. Kenyataannya adalah, kadang hal tersebut tidak sepenuhnya bisa diaplikasikan di dunia kerja. Silakan Anda mereka ulang untuk menjawab pertanyaan ini: are you suffering from a nice girl syndrome?
 
Foto Fotosearch
 

Share this article :

Related posts