Cleo Indonesia

Saat Perut Mulai Buncit

Kepercayaan diri pria bisa turun setengahnya saat celana jeans tak cukup lagi karena perut makin membesar. Oleh Bayu Maitra @bayumaitra


 
Sebelum menikah dan punya anak, adik saya adalah wanita yang gemar bergonta-ganti diet. Literaturnya banyak sekali, mungkin menyaingi jumlah arsip di Vatikan. Ia tahu dari yang sederhana, seperti mengurangi porsi nasi di piring, hingga yang pakai kombinasi atau beragam ramuan. Saya selalu bertanya-tanya mengapa wanita gemar bereksperimen dengan diet.
 
“Aku menggemuk, nih,” kata adik saya suatu kali, menjelaskan mengapa ia mogok makan malam itu. Tsaelahh... kata saya saat itu. Dalam hati, saya tidak melihat adanya korelasi antara berhenti makan malam dengan menjadi kurus. Buat saya, masalah itu sebenarnya karena dia kurang olahraga. Namun bertahun-tahun kemudian, saya pikir dia ada benarnya.
 
Ada masa ketika saya ‘jatuh’ ke dalam jurang pola hidup tak sehat. Pekerjaan datang bertubi-tubi dan saya juga terlibat dalam berbagai kegiatan lain. Pola hidup pun jadi kacau. Saya mulai akrab dengan tidur menjelang subuh, mulai berteman dengan stres, juga makin sering mengunyah. Satu ketika, saya mendapati jeans favorit saya menjadi skinny. Sepertinya ada yang salah.
 
Atas saran adik, saya mulai mencari info tentang diet. Alangkah terkejutnya saya ketika tahu bahwa, pada mulanya, diet justru dikembangkan para pria. George Cheyne, seorang dokter asal Inggris, menderita obesitas karena makan berlebih. Ia lantas mengubah pola makan: berhenti makan daging dan hanya mengonsumsi susu dan sayuran. Pada 1724, Cheyne menuliskan rahasianya dalam esai berjudul An Essay of Health and Long Life.
 
Sejak itu, perhatian terhadap diet meningkat. Lord Byron, sastrawan Inggris, pada 1820, mencoba vinegar and water diet. Presiden Amerika Serikat ke-27, William Taft, memulai diet gara-gara terjebak dalam bathtub di kamar mandi Gedung Putih. Ada juga diet yang ekstrem. Elvis Presley mencoba The Sleeping Beauty, diet yang melibatkan penggunaan obat bius. Pada 1978, Herman Tarnower, MD, bereksperimen dengan diet dan menerbitkan The Complete Scarsdale Medical Diet. Ia lantas ditembak oleh pacarnya. Pada 1979, Dexatrim, obat diet yang mengandung phenylpropanolamine (PPA) dijual di pasaran. Belakangan, obat ini diketahui meningkatkan risiko terhadap penyakit stroke.
 
Seiring waktu, berkat trial and error dan banyaknya penelitian, diet pun mengalami evolusi. Metode-metode ekstrem berkurang dan tren mengarah pada diet-diet yang lebih alami. Pria-pria pun mulai memerhatikan diet, dan saya jadi merasa punya teman. Tetapi kemudian muncul kebingungan lain. Manakah diet yang cocok bagi saya?

Adik saya mungkin memiliki banyak referensi diet, tetapi masalahnya adalah ia kurang memahami dirinya sendiri. Ia bergonta-ganti metode, tanpa mencoba menelaah jenis diet mana yang paling cocok baginya.
 
Ketika menulis artikel soal clean eating beberapa waktu lalu, saya banyak bicara dengan ahli nutrisi dan dokter. Hasilnya, saya mendapat beberapa pencerahan seputar diet. Pertama, selalu tempatkan ‘menjadi sehat’ sebagai tujuan utama, dan berkurangnya bobot hanyalah bonus. Banyak orang ingin kurus dalam sekejap, namun siapapun tahu bahwa tak ada sesuatu yang instan.
 
Hal kedua adalah mengidentifikasi kebutuhan. Ini mudah bagi pria yang cenderung berpikir logis. Kami tahu bahwa ketika perut membuncit, kami perlu diet yang mengurangi nasi dan daging merah (dan bir!). Sementara ketika kami hendak membentuk massa otot, dada ayam dan putih telur bisa membantu. Intinya, berpikir sebelum berdiet.
 
Yang terakhir dan terpenting adalah tetap merayakan hidup. Beberapa teman wanita saya terlihat merana lantaran metode diet yang lebih mirip romusha. Berhari-hari menyantap menu hambar rasanya tidak masuk akal bagi saya. Hidup sudah susah, jangan sampai soal makan pun jadi ribet. 
 
Saya sendiri mencukil sebagian metode diet food combining. Pagi minum jus atau makan buah, siang makan nasi dan sayuran, dan malam makan daging dan sayuran. Urutannya saya bolak-balik sesuka hati. Hasilnya cukup memuaskan karena saya tak jadi menjual jeans kesayangan itu di garage sale teman saya.
 
Foto Fotosearch
 
 

Share this article :

Related posts