Cleo Indonesia

The On/Off Relationship

Hubungan yang putus nyambung kadang memompa jantung lebih kencang dari sekedar naik roller coaster! Oleh @carmantyo
 
 “Lo udah putus lagi sama dia? Padahal kayaknya baru kemarin balikan bukan?”.
Saya hanya mengangguk malu-malu.
“Kok putus udah kayak minum obat, sih?” balas teman saya.
“Tanggal putus sama tanggal merah aja banyakan tanggal putus lo. Nggak capek?” celetuk yang lain lagi.
Percayalah, semakin sering Anda bercerita putus nyambung dengan pacar, minat teman-teman mendengar curhatan Anda akan semakin memudar.
 

 
Ada kemiripan antara hubungan status quo dan hubungan on/off, sama-sama tidak jelas. Bedanya, jika hubungan yang digantung itu ibarat naik kereta yang bermasalah di tengah jalan, tidak bisa kemana-mana, tapi tidak pasti kapan jalan, sementara hubungan on/off ibarat naik kereta menanjak bukit yang tinggi, lalu kereta mulai turun dan masinis panik karena remnya blong, dan entah bagaimana kereta itu bisa berhenti... Mematikan bagi yang lemah jantung!
 
Mana yang lebih melelahkan, semua tergantung kepada masing-masing orang. Hubungan on/off adalah hubungan yang sebagian besar dikendalikan oleh emosi yang datang dari sisi bipolar manusia, besar atau kecil. Positifnya, hubungan putus-nyambung berarti keduanya tidak bisa move on satu sama lain. Setidaknya pasangan sudah melihat sisi terburuk masing-masing. Tapi bisa juga berarti negatif, bahwa keduanya hanya tidak bisa sendirian. Selain itu negatifnya adalah keduanya tidak menghargai hubungan masing-masing dan merasa nyaman dalam familiar pain.
 
Saya sendiri pernah menjalani hubungan yang dalam setahun putus nyambung lebih dari 20 kali dengan orang yang sama. Awalnya saya merasa pacaran dengan orang yang salah, tetapi setelah pacaran dengan wanita yang lain lagi, hubungan putus nyambung ini tetap terjadi (walaupun dalam frekuensi yang kurang dari 20). Saya lalu tersadar bahwa hubungan seperti ini terjadi bukan karena sifat bawaan yang labil, tetapi kami hanya perlu waktu untuk mengupas insecurity dan beban skeptisme lainnya hingga hubungan menjadi stabil.

Lalu, apakah hubungan putus nyambung seperti ini harus diakhiri? Ada dua tipe orang. Pertama mereka menjadikan sarana hubungan on/off untuk mencari celah. Tipe ini biasanya dikenali ketika mereka selalu tebar pesona ketika sedang putus?meskipun hanya putus selama satu minggu. Tapi ada juga yang tidak pernah bilang putus, tetap ‘memajang’ sang mantan, dan kisah putusnya hanya diceritakan kepada teman terdekat saja.
 
Kedua tipe itu juga bisa menjawab seberapa penting hubungan putus nyambung. Ada baiknya untuk pasangan tipe kedua, tetap dilanjutkan. Ketika masing-masing sudah tidak mencari alasan dan mampu move on, artinya hubungan itu (mungkin) layak dipertahankan.
 
Bagaimanapun juga, semua kembali pada komitmen awal, apa tujuan dari hubungan itu. Bagaimanapun juga, kereta tidak bisa berjalan tanpa rel. Anda memang seorang masinis, tapi arah dan jalannya kereta juga ditentukan oleh relnya. Untuk menjaga hubungan terus berjalan di jalur yang benar, Anda dan pasanganlah yang menentukan bersama-sama. Jika tidak, ibarat Anda bepergian dari Jakarta ke Surabaya, tetapi naik roller coaster!

 
Foto Fotosearch
 
 

Share this article :

Related posts