Cleo Indonesia

Apakah Hidup Anda Dikontrol Oleh Instagram?

Cek apakah Instagram telah ‘mengambil’ sebagian besar hidup Anda.

Untuk menjawab pertanyaan ini, coba beri tanda centang (√) pada poin-poin di bawah ini. Jika Anda mengisi setidaknya tiga boks, berarti Instagram telah ‘mengambil’ sebagian besar hidup Anda.


“Bagus, nih, buat Instagram”
adalah reaksi pertama Anda ketika melihat sesuatu (mulai dari tempat atau lokasi, benda, hingga makanan) yang menarik, bagus, atau yang Anda anggap ‘lucu’.

Anda sering merasa hidup Anda menyedihkan setelah melihat-lihat foto-foto IG milik orang lain.

Anda menghabiskan waktu setidaknya 15 menit untuk mengedit foto serta memikirkan caption dan hashtag sebelum akhirnya mengunggah foto tersebut ke IG.

Anda memesan makanan di restoran berdasarkan bagaimana kira-kira penampakannya setelah diunggah di IG. “Menu ini kelihatannya enak, sih, tapi nggak Instagrammable.

Saat pergi ke suatu tempat baru, bukannya menikmati suasana, Anda lebih sibuk mencari spot bagus untuk berfoto. Anda beralasan, “Zaman sekarang, no pic = hoax, kan?”

Percakapan Anda sehari-hari banyak didasarkan atas apa yang Anda lihat di IG. “Gue lihat di Instagram…” atau “Udah lihat posting si A di IG, belum?”.

Follow seorang kenalan, lalu setelah beberapa waktu, Anda menemukan bahwa orang tersebut tidak follow Anda balik, sehingga Anda langsung klik unfollow. “Everything has to be reciprocal, right?” begitu pikir Anda.

Merasa kecewa ketika foto Anda hanya mendapat kurang dari 11 likes, padahal Anda sudah menggunakan berbagai hashtag dan Anda yakin foto tersebut sangat likeable.

Membeli sesuatu atau menghadiri suatu event karena “sedang ramai di Instagram”, meskipun Anda sebenarnya tidak perlu atau tidak terlalu ingin.

Dari yang awalnya melihat-lihat akun IG teman, tiba-tiba Anda menemukan diri Anda sedang melihat-lihat foto-foto sepupu dari pacar dari teman kuliah dari teman Anda tersebut, and it happens very often.
 
Kalau ternyata IG punya bagian (terlalu) besar dalam hidup Anda, saatnya berbenah diri. Mulai dengan menyembunyikan aplikasi Instagram di folder smartphone yang jarang Anda buka untuk mengurangi godaan. Lalu kurangi frekuensi dan durasi Anda membuka IG dalam sehari. Jika biasanya Anda membuka dan scrolling Instagram sekitar empat kali dalam sehari (misalnya di pagi hari sesaat setelah bangun tidur, saat istirahat makan siang di kantor, saat menembus kemacetan dalam perjalanan menuju meeting, dan sesaat sebelum tidur malam) masing-masing selama sekitar 15-20 menit, coba kurangi menjadi dua kali sehari dengan durasi maksimal selama 10 menit. Tahan diri untuk tidak ‘gatal’ membuka IG saat Anda tidak sedang mengerjakan apapun. Jadikan ini kebiasaan baru Anda selama seminggu.

Jika Anda sudah mulai terbiasa, coba kurangi lagi menjadi sekali dalam sehari selama lima menit. Lakukan selama beberapa hari. Kalau Anda sudah terbiasa juga, kurangi lagi menjadi dua hari sekali selama lima menit. Mulai terbiasa juga? See if you can go a whole week without your IG at all. ‘Puasa’ Instagram ini bertujuan untuk mengembalikan Anda ke dunia nyata—bahwa there’s more to life than those pretty pictures on Instagram. Anda tak harus melakukan hal ekstrem seperti menghapus akun IG Anda atau menghapus IG dari smartphone, sebab Anda tetap perlu mengetahui apa yang terjadi ‘di luar sana’. Just don’t let Instagram control your life, that’s all.

Teks Rara Putri Delia Foto Fotosearch
 

Share this article :

Related posts