Cleo Indonesia

Beyond Candid with Ammar Zoni

Tall and talented and young and handsome—you probably already knew that about him. Tapi ada beberapa hal yang mungkin belum Anda ketahui soal pria kelahiran 8 Juni 1993 ini. Kepada CLEO, Ammar bicara blakblakan seputar karier, impian, hingga penyesalan.


Pertimbangan memilih peran
Ammar memang relatif belum lama menekuni dunia acting—kira-kira sejak 2011 silam. Namun sejak awal kiprahnya, ia sudah menentukan batasan dan pertimbangan sebelum ia mengambil sebuah peran, termasuk sebelum memutuskan untuk memerankan Rajo Langit dalam sinetron 7 Manusia Harimau.“Saya harus paham betul seluk-beluk cerita tersebut, termasuk when, where, and who-nya. Tak hanya sekadar memahami, saya pun akan melakukan observasi mendalam terhadap background cerita agar penjiwaan terhadap peran semakin mantap,” tuturnya. Talk about dedication.
 
Dunia seni peran itu menyenangkan
Bagi sebagian orang, menekuni bidang seni peran, terutama di televisi, adalah bidang pekerjaan idaman karena penghasilan yang ditawarkan sangat menggiurkan. Namun, bagi Ammar, uang bukanlah alasan utamanya menjalani profesi ini. “Memang tak bisa dipungkiri, saya membutuhkan uang. Akan tetapi, kesempatan untuk mengeksplorasi diri sendiri melalui peran yang saya bawakan adalah hal paling menyenangkan yang ditawarkan oleh bidang pekerjaan ini. Uang tidak menjadi motivasi utama saya. Saya lebih terpacu mengejar karier. Sebab apabila karier bersinar, uang pun akan datang dengan sendirinya,” ungkap pria dengan tinggi 187 cm ini.
 
Menjadi tanah liat
Begitulah Ammar mengibaratkan dirinya. “Saya memang memiliki background beladiri, khususnya pencak silat, namun saya tak ingin hanya dikenal sebagai aktor laga. Seorang aktor itu ibarat tanah liat, harus siap dibentuk menjadi apa saja. Saya harus bisa membawakan baik peran apapun, mulai dari laga hingga drama.”


Ingin menjadi superhero
Setidaknya dalam film. Suatu saat nanti, Ammar bercita-cita terlibat dalam produksi film superhero kelas dunia seperti The Avengers dan memerankan karakter seperti tokoh idolanya, Tony Stark alias Iron Man. “Kalau yang itu belum tercapai, setidaknya saya bermain film bersama Sylvester Stallone, Jason Statham, Dwayne Johnson—mirip-mirip The Expendables, lah. Hahaha… Pokoknya, main film seperti ini harus menjadi kenyataan,” katanya, tertawa.
 
Sosok idola
“Dalam dunia acting? Bunda (Christine Hakim –red.), tentu saja. Beliau punya aura yang sangat berbeda dari aktris kebanyakan. Mulai dari gestur, cara bicara—semua yang beliau lakukan tampak begitu berkelas. Kalau dari luar negeri, saya mengidolakan Al Pacino. Acting-nya gila banget. Makanya saya tak bosan-bosannya menonton trilogi The Godfather berulang-ulang.”
 
Libur adalah waktu berharga
Kesibukan shooting sinetron stripping yang ia jalani hampir setiap hari membuat Ammar jarang mendapatkan waktu santai. Namun ketika ia memiliki kesempatan untuk berlibur, ia memanfaatkan waktu tersebut sebaik-baiknya. “Traveling adalah salah satu cara saya menghabiskan waktu liburan. Beberapa waktu lalu saya mendapat libur selama 10 hari dan saya pulang ke kampung halaman di Padang menggunakan jalan darat. Saya ingin sekali ke Gili di Lombok. Tidak jauh, sih, hanya waktunya yang belum ada.” Lalu bagaimana kalau ia hanya memiliki satu hari libur? “Wah, pokoknya saya akan melakukan apapun sesuka hati. Bangun semaunya, makan sesukanya, jalan kemanapun saya mau. Hehehe…” katanya terkekeh.


Ammar si pebisnis cokelat
Ya, kurang lebih itulah salah satu cita-citanya. Tanah milik keluarganya yang terletak di Solok, Sumatra Barat, sangatlah subur dan profitable jika ditanami tanaman cokelat. Ammar berkeinginan meneruskan usaha perkebunan cokelat tersebut. Mungkin nanti saat ia tak sesibuk sekarang.
 
Saat ia lanjut usia
“Saya mau terus berkiprah di dunia seni peran selama yang saya bisa, sampai Tuhan mengizinkan. Saya ingin punya rumah yang besar, nyaman, banyak tamannya, sehingga ketika saya sedang tidak bekerja, saya bisa bersantai dengan tenang di rumah. Mungkin saya tetap tinggal di kota kelahiran, Depok, sambil mengurus bisnis perkebunan cokelat,” jawabnya saat ditanya mengenai masa tua yang ada dalam bayangannya (which is still so far far away, by the way).
 
Partner hidup idaman
Beberapa orang punya kriteria spesifik seputar pasangan hidup. Namun Ammar, being a simple man that he is, tidak demikian. “Saya tak punya kriteria tertentu. Hanya ada dua hal, bibit bebet bobot jelas, dan yang sangat penting, ia bisa membuat saya nyaman, dan sebaliknya. Karena bukankah inti dari suatu hubungan adalah mencari rasa nyaman dari pasangan?” jawabnya diplomatis.
 
Penyesalan terbesar
Perjalanan karier Ammar memang terbilang lancar, namun rupanya, dalam hidup, ia memiliki penyesalan tersendiri. “Saya ini bandel sewaktu sekolah. Saya tak pernah merasakan nikmatnya masa SMP-SMA tiga tahun penuh di sekolah yang sama karena saya pindah dari satu sekolah ke sekolah lain. Saya tak pernah merasakan serunya reuni, ngumpul bersama teman-teman sekolah, dan semacamnya,” tuturnya. Well, meski masa sekolah Ammar tak seindah yang ia harapkan, nyatanya he’s doing well later in life, right?

Teks/Wawancara Rara Putri Delia Foto Michael Cools Pengarah Gaya Nyoman Makarasari, Anekke Hanggarwati Makeup & HairdoShaira Banu(081381456826) Busana & Aksesori Antony Morato
 

Share this article :

Related posts