Cleo Indonesia

Electric Love

Pria kelahiran Riau ini ingin membuat suatu perubahan sebagai peneliti dan volunteer.

Fariz Maulana Rizanulhaq,
26, Renewable Energy Scientist

Apa aktivitas Anda sehari-hari?
Kesibukan sehari-hari lebih kepada pengujian alat-alat yang digunakan untuk pembangkit tenaga surya. Tak hanya di dalam laboratorium, terkadang saya pergi ke daerah-daerah untuk melakukan pengujian secara langsung.
 
Bagaimana awalnya Anda terjun sebagai peneliti?
Awalnya dari main game waktu kecil. Dulu sering main game perang dan biasanya sebelum strategi berperang, hal yang pertama diserang oleh musuh adalah source engine dari lawan, seperti listrik. Fatal akibatnya jika listrik hilang karena pabrik tidak bisa berjalan dan semua mati total. Dari sana, saya mulai tertarik mempelajari sumber daya yang ada di sekitar dan apa dampaknya bagi kehidupan karena listrik adalah kebutuhan mendasar bagi setiap orang. Misalnya saja, sekarang setiap pergi yang kita cari adalah colokan untuk smartphone kemudian saat udara panas, air conditioner sudah jadi kebutuhan wajib. Padahal saat ini Indonesia masih kurang sekali kebutuhan listriknya.
 
Ceritakan tentang renewable energy yang menjadi bahan penelitian Anda?
Karena namanya renewable energy, maka sumber energi yang diteliti bermacam-macam mulai dari tenaga matahari tenaga angin hingga geotermal. Saat ini fokus penelitian saya lebih kepada geotermal atau pembangkit listrik tenaga panas bumi.
 
Apa tantangan terbesar dari pekerjaan Anda?
Sebenarnya lebih kepada kebijakan pemerintah. Saya juga menjadi penyambung antara investor industri dengan pemerintah. Sulitnya, saat ini listrik belum memiliki harga yang pasti, seperti berapa nilai untuk per kWh. Ini menjadi kendala saat investor asing ingin membeli dari pemerintah Indonesia.
 
Apa yang Anda lakukan di waktu luang?
Saya suka melakukan kegiatan sebagai volunteer, seperti mengikuti Kelas Inspirasi untuk anak-anak. Ada kepuasan tertentu saat mengikuti kegiatan semacam ini.
 
Apa yang ingin Anda bagikan saat mengajar anak-anak?
Karena saya merasa beruntung dimana cita-cita saya saat kecil sudah tercapai ketika dewasa, saya ingin membantu anak-anak yang belum mendapat kesempatan seperti saya. Saya ingin memberikan mereka mimpi, bahwa mimpi tersebut akan tercapai jika dilakukan dengan sungguh-sungguh sejak kecil.
 
Apa manfaat yang Anda dapatkan dari volunteering?
Banyak sekali, bahkan bisa dibilang tadinya saya yang mempunyai niat untuk memberikan inspirasi pada anak-anak tersebut tetapi sebaliknya hingga saat ini saya yang mendapatkan banyak inspirasi dari mereka. Berada di dekat mereka membuat saya fokus mengejar mimpi-mimpi yang belum tersampaikan.
 
Sosok wanita ideal bagi Anda?
Yang pasti harus pintar. Penampilan bukannya tidak penting namun jika wanita tersebut pintar pasti akan tampak cantik di depan mata saya.
 
Ambisi yang belum tercapai?
Saya ingin melanjutkan sekolah lagi hingga S3, kemungkinan di luar negeri, tentu saja tetap dengan jurusan teknik elektro.
 
Teks Imelda Rahmawati Foto Adelli Arifin
 

Share this article :

Related posts