Cleo Indonesia

Erick Taufan, Volunteer Indonesia Mengajar


“Rasanya sedih saat ingin membantu masyarakat di pelosok desa untuk berkembang, mereka selalu mengira saya dari partai.”




Passion Sejak Kecil

Melakukan kegiatan sosial adalah hobi saya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Maka dari itu, saya aktif mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan donor darah ataupun penanggulangan bencana alam, salah satunya adalah Palang Merah Remaja (PMR). Setelah menginjak bangku kuliah, di Semarang saya juga sempat menjadi penyedia sarana transportasi sekolah untuk anak-anak disable yang kurang mampu dan kesulitan untuk berangkat sekolah. Berangkat dari inisiatif saya dan kakak, selama dua tahun selama bergantian saya mengantar dan menjemput anak-anak tersebut ke sekolahnya. Ketika bekerja di Jakarta, saya juga menyempatkan diri untuk aktif di berbagai kegiatan sosial bersama teman-teman komunitas, diantaranya Local Heritage dan CouchSurfing Indonesia. Karena ingin memperdalam bidang Corporate Social Responsibility (CSR), saya pun mengambil kuliah S2 jurusan CSR di Universitas Trisakti. Satu hal yang sedang saya kerjakan saat ini adalah melakukan follow up secara pribadi pada beberapa UKM yang sebelumnya pernah menjadi UKM binaan di tempat saya bekerja. Saya hanya ingin membantu mereka berkembang dengan jaringan yang saya miliki di luar jam kantor.

Traveling Untuk Kegiatan Sosial

Selain hobi mengikuti kegiatan sosial, saya juga sangat menyukai jalan-jalan, khususnya keliling Asia. Setiap traveling, saya selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke daerah pelosok dan berinteraksi dengan masyarakatnya. Saya pernah sengaja pergi ke Filipina untuk mengikuti program pemerintah dalam meningkatkan rasa patriotisme pemuda di negara tersebut. Bersama penduduk asli, saya berkeliling dari desa ke desa untuk mengenal sejarah dari seratus destinasi paling berarti di Filipina. Tapi, pengalaman menjelajah desa yang paling berkesan adalah pada saat saya berkunjung ke Sanggau, yaitu perbatasan antara Serawak dan Indonesia. Daerah ini sangat terpencil dan sering tak mendapatkan air. Hal yang membuat saya benar-benar tersentuh adalah anak-anak selalu melepaskan alas kaki mereka ketika akan menginjak lantai sekolah dengan alasan tidak ingin mengotori lantai sekolah yang baru saja dibangun.

Menginspirasi Anak Indonesia

Saya adalah anak bungsu di keluarga dan keponakan saya juga tinggal jauh dari saya, sehingga saya tak terbiasa berinteraksi dengan anak kecil. Untuk itulah saya tertarik mengikuti salah satu kegiatan yang dicetuskan oleh Indonesia Mengajar, yaitu Kelas Inspirasi. Mendekati hari pelaksanaan saya selalu bertanya-tanya akan seperti apa respon anak-anak yang akan saya ajar nantinya. Di Kelas Inspirasi ini saya juga harus menjelaskan pekerjaan saya sebagai CSR. Ternyata menjelaskan kepada anak sekolah dasar itu tidak mudah karena profesi yang mereka tahu hanya seputar dokter atau polisi. Ternyata setelah hari pelaksanaan saya justru merasa takjub, karena banyak anak-anak di sekolah yang saya datangi tertarik untuk bekerja di bidang CSR untuk membantu sesama.  Saya jadi terinspirasi oleh mereka karena semangat mereka yang begitu tinggi. Harapannya, semoga cita-cita mereka bisa terwujud dan ini tugas kita sebagai orang dewasa untuk membukakan jalan bagi mereka dalam menggapai cita-cita. Selain mengikuti Kelas Inspirasi, saya juga menjadi volunteer untuk Festival Gerakan Indonesia Mengajar (FGIM) untuk berkontribusi menyediakan media pembelajaran bagi anak-anak yang bersekolah di seluruh daerah pelosok yang ada di Indonesia.


NOVITA PERMATASARI
FOTO: HERMAWAN

Share this article :

Related posts