Cleo Indonesia

Ferdinand Pierre, Kecintaannya Pada Kopi Berawal dari Hobi


“Dunia kopi di Indonesia saat ini sangat menjanjikan dan berkembang pesat.”




Terjun Karena Teman

Sebelum terjun di dunia barista, saya memang menyukai kopi. Kebetulan teman saya yang mau membuka kafe menawari saya belajar menjadi barista. Karena dasarnya saya memang hobi dengan kopi, saya pun tertarik. Saya mengikuti training di awal 2013 selama kurang lebih empat bulan, lalu sekitar dua bulan kemudian, saya mulai menjadi barista di sini. Bagi saya, barista yang baik adalah barista yang tahu betul apa yang ia jual dan buat. Jadi ketika ada customer bertanya tentang suatu produk, ia harus tahu pasti dan bisa menjelaskan bagaimana rasa dan karakter kopinya. Barista yang baik pun dituntut untuk bisa berinteraksi dengan customer agar mereka merasa nyaman. Itulah salah satu hal paling menyenangkan dari profesi ini; saya bisa bertemu dan mengenal banyak orang meskipun hanya melalui secangkir kopi—apalagi ketika melihat customer puas dengan kopi buatan saya.

Kopi itu Sensitif
Meski menyenangkan, jadi barista juga ada kesulitannya. Untuk saya pribadi, bagian tersulitnya adalah menjaga konsistensi kopi yang dibuat. Mood seseorang tiap hari bisa berbeda, sedangkan kopi itu sensitif banget, sehingga tak jarang rasa kopi bisa ikut berbeda. Kalau bicara customer, seorang customer yang banyak maunya—misalnya susunya begini, mau ditambahkan itu, dan sebagainya—sebenarnya malah memudahkan barista. Mendingan customer seperti itu dibandingkan customer yang diam-diam saja dan tak banyak mengatakan keinginannya, tapi sebenarnya tidak puas dengan apa yang saya buat. Ketika minum kopi di luar, saya tak lantas jadi lebih kritis, sebab setiap coffee shop dan setiap barista punya cara yang berbeda dalam membuat dan menyajikan kopinya. Yang pasti, kopi yang enak menurut saya adalah kopi yang rasa bitter, acid, dan sweet-nya seimbang. Kalau cappuccino, rasanya itu seperti ‘menyatu’ di mulut.



Antara Barista dan Fotografi
Dunia kopi di Indonesia saat ini sangat menjanjikan dan berkembang pesat. Penikmat kopi sejati, yang minum kopi tak sekadar untuk nongkrong atau haha-hihi melainkan benar-benar untuk menikmati kopi, bertambah banyak. Oleh karena itu, nantinya saya juga ingin punya coffee shop sendiri walaupun tidak terlalu besar. Selain berhubungan dengan kopi, saya juga cinta fotografi. Saat ini pun saya sedang mengembangkan bisnis fotografi. Kebetulan kuliah sedang tidak terlalu sibuk, jadi saya bisa memfokuskan diri pada fotografi dan menjadi barista.

Share this article :

Related posts