Cleo Indonesia

Instameet with Buckhori Juniansyah


Belajar sharing foto ala Instagrammer @buckhorijuniansyah



Berkat handphone baru
Perkenalan saya dengan Instagram sebenarnya tidak ada yang istimewa. Online photo dan video sharing ini pertama kali muncul sebagai aplikasi di sebuah merek smartphone asal Amerika yang punya banyak  avid fans. Kebetulan di tahun 2011 saya beruntung bisa memiliki smartphone tersebut. Setelah menelusuri app store-nya, saya melihat ada satu aplikasi yang telah diunduh sampai 10 juta orang! Karena penasaran, saya ikut mengunduh Instagram. Saat itu saya sekadar tahu bahwa melalui Instagram kita bisa upload dan share foto. Itu saja.

Akibat sering mengutak-atik Instagram ini, saya jadi suka foto-foto pakai smartphone. Tidak ada konsep atau aturan apapun, saya memfoto apa saja sesuai mood saat itu dan langsung mengunggahnya. Saya senang berlama-lama berselancar di Instagram. Saya suka desainnya yang simple, dan kemudahan fitur upload dan sharing fotonya. Yang bikin menarik bagi pengguna Instagram pemula seperti saya saat itu adalah filter-nya. Bisa memakan waktu khusus demi menentukan filter mana yang dipakai untuk foto yang saya jepret. Filter favorit saya dulu adalah Earlybird karena memberi efek vintage.

Dulu tidak hobi foto
Bisa dibilang, berkat ‘bermain’ di Instagram saya jadi hobi foto-foto. Padahal dulu nggak. Saya pun jadi tertarik menggali beberapa filter pada aplikasi foto lain yang tersedia di smartphone, seperti VSCO Cam dan Snapseed. Perlahan-lahan saya juga jadi memerhatikan objek foto yang ingin saya bidik. Baru ketahuan deh kalau ternyata saya lebih sering memfoto lanskap daripada orang. Saya juga jadi banyak belajar tentang komposisi, tone, dan angle berkat menggunakan filter dari aplikasi-aplikasi ini. Ciri khas dari foto-foto saya adalah simplicity dengan hasil editan warna yang tidak melenceng dari warna aslinya.

Menjadi Instagrammer
Berawal dari keisengan, akhirnya saya malah makin terhanyut dengan Instagram. Setiap minggu akun resmi Instagram mempunyai program Weekend Hashtag Project dengan tema yang berbeda-beda. Ketika tema #WHPemptyspaces dipilih, saya coba meramaikannya dengan sharing foto sebuah kacamata di gedung kosong.

Tak disangka foto saya terpilih menjadi salah satu terfavorit oleh Instagram di minggu tersebut. Kagetnya bukan main. Langsung deh jumlah follower akun saya meningkat pesat. Melalui Instagram juga saya menambah teman baru. Sejak Instagram mengampanyekan InstaMeet ke seluruh dunia, saya jadi rajin ikutan InstaMeet yang diadakan oleh teman-teman para Instagrammer di Jakarta. Saya sendiri sedang menggarap hashtag proyek sendiri bertema #strangersinframe. Saya mengajak teman-teman untuk memfoto orang yang tidak dikenal sedang melakukan aktivitasnya, bisa lagi membaca koran, duduk minum kopi, atau lagi termenung menatap ke luar jendela.

ANGGARA DIALUSI
FOTO: IRVAN ARRYAWAN

Share this article :

Related posts