Cleo Indonesia

Kenekatan Agung Saga Pada Acting


Setelah menjuarai kompetisi model sebuah majalah remaja pada 2008, pria bernama lengkap Agung Saudaga ini nekat masuk ke dunia seni peran, meskipun keluarga menentangnya.



Bagaimana ceritanya Anda bisa masuk ke dunia entertainment?
Dulu guru Bahasa Indonesia di sekolah menawarkan saya ikut pemilihan model sampul sebuah majalah remaja. Awalnya saya malas dan justru menganggap guru saya aneh. Tetapi setelah dicoba dan saya berhasil menjadi pemenangnya, banyak tawaran untuk main di FTV menghampiri. Casting pertama saya adalah di awal 2009, dan berlanjut dengan beberapa FTV lainnya. Tapi saat itu saya masih bermain sebagai peran pendamping. Saya sempat merasa bosan karena peran yang saya dapatkan itu-itu saja. Tapi kemudian saya mengumpulkan tekad kembali untuk menjadi lebih dari sekedar pemeran pendamping di FTV.

Bagaimana respon keluarga setelah Anda masuk ke dunia ini?

Saat saya mendaftar di kompetisi pemilihan model sampul, tak ada satupun anggota keluarga yang tahu. Setelah tahu saya main FTV, orangtua saya tidak mendukung karena menurut mereka masa depan saya akan suram jika nekat berkarier di dunia hiburan. Tapi saya terus maju dan meyakinkan mereka bahwa saya bisa sukses lewat dunia seni peran. Syukurlah sekarang mereka bangga dengan karier saya.

Untuk modeling dan akting, mana yang lebih Anda sukai?

Untuk modeling ada porsi sendiri. Tetapi kalau disuruh memilih, saya lebih berat ke seni peran. Bukan berarti saya tidak menyukai modeling, tetapi untuk saat ini saya sedang ingin fokus ke dunia seni peran.

Lalu bagaimana cara Anda mendalami karakter?
Saya senang menonton film. Biasanya ketika mendapatkan peran di sebuah film, saya akan mencari DVD film barat dengan karakter yang sama, dan saya praktikkan langsung di depan kaca. Dari situ juga saya mempelajari ekspresi wajah. Untuk memperdalam ilmu seni peran dan perfilman, saya juga berencana untuk mengikuti sekolah akting atau broadcasting.

Setelah berada di posisi sekarang, impian apa yang belum terealisasi?

Ada satu film yang ingin sekali saya mainkan, yaitu film dance sejenis Step Up, karena semasa sekolah saya adalah seorang breakdancer. Meski sudah tidak ikut komunitas breakdance, hingga kini saya juga masih suka coba-coba sendiri di rumah. Selain itu, saya ingin mendapatkan piala di dunia entertainment atas hasil kerja keras saya.

Apa moto hidup Anda?
Sejak dulu saya berpegang teguh bahwa segala sesuatu yang kita lakukan itu tidak akan sia-sia. Hingga kini saya sendiri merasa semua yang saya lakukan selama ini tak ada yang terbuang percuma. Selain itu, saya juga selalu mengingat apa yang Ayah saya katakan. Menurut beliau, segala pekerjaan yang kita cintai akan memberikan hasil yang baik. Jadi, saya selalu berusaha untuk menikmati semua proses syuting dan selalu melakukan yang terbaik.


Novita Permatasari/ Ari Anastasia Chr
Foto: Jane Djuarahadi
Pengarah Gaya: Gilang Bunga Lubertha/ Ari Anastasia Chr

Share this article :

Related posts