Cleo Indonesia

Mario Gerungan, 28, Atlet Basket

Lewat basket, saya mendapat bekal untuk terjun ke dunia kerja yang sebenarnya di masa mendatang.”
 

 
Bagaimana awalnya Anda terjun ke dunia basket?
Sewaktu kelas 2 SD, rumah keluarga saya mengalami kebakaran. Lalu papa membeli rumah yang tak jauh dari rumah lama. Lahan rumah lama dijadikan lapangan basket dan bulu tangkis. Kebetulan kakak saya hobi basket dan saya sering melihatnya bermain. Saya memutuskan terjun ke lapangan dan akhirnya jatuh cinta sama basket.
 
Bagaimana bisa bergabung ke liga profesional?
Ketika SMP, saya bergabung ke pembinaan Aspac Junior. Prosesnya cukup lama hingga akhirnya masuk ke Divisi (untuk pemain berusia 18 tahun ke atas), lalu bergabung di tim Aspac pada tahun 2007 dan menjadi kapten tim sejak 2010.
 
Apa tantangan Anda sebagai kapten tim?
Karena basket bekerja sebagai satu tim, tantangannya adalah membuat tim ini kompak. Dulu saat awalnya terpilih sebagai kapten, saya kadang merasa tidak enak dengan beberapa pemain di tim karena mereka sebenarnya lebih senior dari saya. Ada rasa sungkan saat mau mengatur seluruh anggota tim. Namun akhirnya mereka juga yang bilang ke saya untuk tegas, yang terpenting bertanggung jawab menjaga kinerja tim.
 
Arti basket buat Anda?
Basket bukan sekadar hobi atau profesi, tapi juga melatih kedisiplinan diri, baik dalam segi kesehatan seperti mengatur pola makan dan pola istirahat, serta membantu saya bekerja dalam tim dan bersosialisasi dengan dunia luar. Semua ini bisa jadi bekal untuk masuk ke dunia kerja yang sebenarnya di masa mendatang.
 
Momen paling membanggakan buat Anda?
Ketika tim Aspac menjuarai National Basketball League (NBL) Indonesia dua kali berturut-turut di tahun 2013 dan 2014. Saya sebagai kapten sangat senang dan terharu luar biasa.
 
Apakah Anda pernah mengalami cedera selama bermain basket?
Tahun lalu saya mengalami body contact ketika bertanding yang mengakibatkan Sternoclavicular joint (SCJ) dislocation (lepasnya sendi di bagian antara bahu, leher, dan dada). SCJ dislocation ini cukup langka di dunia. Dokter mengatakan ada dua opsi, bed rest atau operasi. Namun karena efek dari operasi akan panjang, maka atas saran dokter saya memilih bed rest selama dua bulan. Puji Tuhan setelah itu, jaringan baru pada tubuh saya bertumbuh baik sehingga saya bisa bermain kembali.
 
Bagaimana Anda menjaga stamina tubuh?
Olahraga sudah pasti, saya latihan basket setiap hari. Tapi kalau khusus makanan, saya tidak menjalankan diet atau harus memakan menu sehat dan sejenisnya, saya malah hobi culinary, ‘jajan’ ke tempat baru dan mencoba menu-menunya.
 
Wah, tidak takut badan melar?
Hahaha, nggak, sih, asal rajin olahraga. Soalnya saya ini termasuk sweet tooth. Saya harus mencicipi yang manis-manis setiap selesai makan, seperti cokelat atau es krim.
 
Rencana Anda selanjutnya?
Menunggu kepastian status NBL yang kabarnya berakhir tahun ini. Sangat disayangkan mengingat NBL merupakan liga basket tertinggi di Indonesia. Selain itu, saya ingin menyelesaikan kuliah S2 di bidang Hukum.
 
 
 
Teks Anggara Dialusi
Foto Adelli Arifin
 
 

Share this article :

Related posts