Cleo Indonesia

Nikko Purnama Lukman, Dosen Desain Komunikasi Visual International Design School


"Belajar adalah proses yang tidak akan pernah berakhir dalam perjalanan hidup saya."




Jadi dosen karena prestasi
Sebelumnya saya tidak terlalu minat di tipografi, tetapi setelah menjuarai kompetisi Indonesian Graphic Design Award 2010 yang kebetulan saya ikuti karena sekaligus menyelesaikan tugas akhir kuliah, saya mulai tersadar bahwa di Indonesia tipografi belum dilirik dan perlu dikembangkan. Sejak saat itu banyak yang menawarkan saya untuk mengajar. Secara akademik saya memang tidak memiliki kredibilitas. Tetapi lewat menjuarai kompetisi bergengsi tersebut, orang-orang percaya kalau saya mampu, apalagi setelah tahu saya berhasil menciptakan font Batik di 2007.

Dari berbagai tawaran, saya pun menerima untuk mengajar di International Design School sambil melanjutkan studi lewat beasiswa unggulan S2 dari Badan Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kemendikbud RI di Institut Kesenian Jakarta. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, saya juga membuat sistem mengajar dengan nonton bareng dan diskusi. Suasana belajar akan lebih hidup. Tugas kuliah yang saya berikan juga selalu dikaitkan dengan kompetisi, sehingga tiap mahasiswa akan berlomba menjadi yang terbaik untuk mendapatkan hadiahnya.


Senang berbagi dan berkomunitas
Dulu pada saat kuliah di Universitas Pelita Harapan (UPH), saya punya misi ingin membuka taman bacaan di daerah pelosok yang membutuhkan. Akhirnya pada 2006 saya membuat publikasi di kampus dan mendapatkan 12 orang yang mau bergabung. Hampir setiap hari kami berjualan makanan dan setiap weekend keliling restoran untuk menjual merchandise yang hasilnya digunakan sebagai dana pembuatan taman bacaan. Awalnya saya dan teman-teman berniat menempatkan taman bacaan di sebuah desa di Lampung, tetapi karena terkendala perang suku, jadi lokasi dipindahkan ke Salatiga dengan berbagai pertimbangan.

Hingga kini taman bacaan tersebut masih aktif dan masih saya pantau. Selain itu saya juga senang berkomunitas dan menciptakan komunitas tipografi Indonesia di instagram bernama thedailytype pada 2012 yang kegiatannya diskusi, kontes, dan dalam satu hari mem-posting satu hal tentang tipografi. Saat ini thadailytype sudah mencapai 3000 followers. Biasanya ketika jalan-jalan dan menemukan satu tipografi yang oke, saya foto dan share tentang karakteristiknya.


Hobi wisata alam

Salah satu hobi saya adalah traveling, khususnya ke pedalaman karena saya lebih tertarik menikmati alam dan budaya. Selain itu saya lebih senang mengeksplor tempat-tempat yang belum banyak dikunjungi. Trip paling ekstrim yang pernah saya ikuti adalah pada saat masuk ke Baduy Dalam. Di sana saya melihat dan merasakan banyak hal yang tidak saya temukan dalam keseharian, salah satunya hidup tanpa komunikasi. Target saya selanjutnya adalah trip ke Kalimantan dan menyambangi pedalaman suku Dayak. Setidaknya dalam setahun saya selalu menyisihkan tanggal untuk traveling tiga bulan sekali.


Share this article :

Related posts