Cleo Indonesia

Oka Diputra


Pria di balik Mie Chino.



Setelah menimba ilmu culinary di Australia, pria 29 tahun ini berkarakter cuek dan apa adanya ini kembali ke Indonesia dan menjalani apa yang menjadi passion dalam hidupnya.

Apa saja yang Anda kerjakan sehari-hari?
Sebagai pemilik Mie Chino, setiap hari-pagi-pagi sekali-saya berbelanja bahan-bahan keperluan warung dan meracik sendiri bumbu untuk mie dan memasak, sehingga karyawan di warung tinggal menyajikan. Saya lebih senang melakukannya sendiri untuk mempertahankan rasa yang ditawarkan.

Apakah pekerjaan saat ini sesuai dengan latar belakang pendidikan Anda?
Sebenarnya saya dulu sempat mengenyam pendidikan di jurusan Advertising London School of Public Relation. Setelah lulus, saya menemukan passion baru di bidang culinary dan memutuskan untuk mengambil jurusan Hospitality di Carrick Institute Australia. Selama kuliah di sana, saya juga bekerja sebagai chef untuk beberapa restoran. Passion saya di dunia ini pun akhirnya semakin besar.

Mengapa mie?
Pertama karena saya sangat menyukai mie dan belum menemukan mie yang pas di lidah. Selain itu, dari sisi bisnis saya berpikir kalau semua orang menyukai mie. Setelah meracik bumbu dan melalui trial and error, jadilah Mie Chino ini. Mengenai lokasi sendiri, menurut saya mie ayam bukanlah jenis makanan yang fancy, jadi saya sengaja memilih lokasi di Pasar Santa.

Adakah proyek yang sedang dikerjakan selain Mie Chino?
Saat ini saya sedang mempersiapkan sebuah restoran yang menjual menu brunch, sehingga lebih mengeksplorasi skill memasak saya. Konsep serta menunya sudah jadi dan targetnya tahun depan sudah siap. Selain itu, saya juga sedang  mempersiapkan diri menjadi hospitality consultant. Nantinya saya bisa membantu orang yang ingin membuka sebuah restoran.

Hobi selain memasak?

Sejak SMP saya sudah mencintai olahraga basket. Bahkan, kalau boleh dibilang, dulu basket adalah hidup saya. Saya sempat mengikuti kompetisi basket beberapa kali. Sampai saat pindah ke Australia pun saya masih bermain basket di lapangan sekitar tempat tinggal. Tapi karena saya berpikir bahwa masa kejayaan seorang atlet tidak lama, maka saya beralih ke dunia culinary.

Berikan gambaran karakter pribadi Anda…
Saya orangnya cuek tapi cenderung frontal dalam menyampaikan sesuatu. Selain itu saya berpikiran cukup logis dan optimis. Terakhir, meskipun terlihat santai saya juga base on priority, jadi kalau ada sesuatu yang belum sesuai, ya, tetap saya kejar.

Keinginan yang belum tercapai?
Ingin berbuat banyak untuk orang lain dan payback ke komunitas. Untuk saat ini saya memproduksi sendiri topi sekolah dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas dengan bahan yang lebih modern. Topi ini saya titipkan di toko-toko dan dijual di warung Mie Chino. Tujuannya agar warga Indonesia tidak malu untuk menggunakan topi sekolah. Sebagian hasil penjualan topi ini nantinya akan dibelikan topi sekolah lagi untuk kemudian disumbangkan kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Menurut Anda, apa yang harus dilakukan seseorang untuk bisa mencapai target?
Harus set goal, yakin dengan diri sendiri, dan tak perlu memedulikan orang-orang yang menjatuhkan ide kita. Cukup ditampung tapi tetap kita yang harus memutuskannya sendiri. Bagi saya, tidak semua complaint itu complaint dan belum tentu semua pujian itu benar-benar pujian.

Apa tiga hal yang paling penting dalam hidup Anda?
Trust, komunikasi, dan faith. Saat ini kepercayaan sangat susah untuk dicari. Kemudian menurut saya sejak ada gadget, komunikasi itu nilainya sudah sangat jatuh. Ketiga adalah faith karena kita harus percaya dengan sesuatu yang sedang dikerjakan.


Teks Novita Permatasari
Foto Gavic Caesario

Share this article :

Related posts