Cleo Indonesia

Passion Anjar Widhi Hendrajati Pada Interior Design


“Desainer interior adalah pemecah masalah antara idealisme, budget, kebutuhan klien, dan kebutuhan di lapangan.”




Passion Menjadi Prestasi

Ketertarikan saya pada dunia desain muncul sejak duduk di bangku sekolah menengah. Dulu saya senang jalan-jalan di sekitar perumahan sambil melihat desain rumah-rumahnya. Kemudian saya mulai mencoba-coba membuat maket dari batang korek api untuk merealisasikan imajinasi bentuk rumah yang saya bayangkan. Akhirnya pada tahun 2004 saya pun memutuskan untuk berkuliah di jurusan Arsitektur dengan spesialisasi Desain Interior di Universitas Tarumanegara.
     Pada tahun 2009 kantor saya mengadakan kompetisi internal untuk menciptakan sebuah produk furnitur bersamaan dengan adanya kompetisi Dewi Award for Modern Design 2009. Iseng-iseng, saya bersama empat teman lain pun mengirimkan karya dan hanya karya saya yang lolos sampai tahap Top 10. Karya saya pun dipamerkan bersama karya Vivi Yip dan Alvin Tjitrowirjo. Sayangnya karena sibuk dengan pekerjaan saya tidak sempat merealisasikan desain bangku yang saya desain. Sebab untuk membuat sebuah bangku membutuhkan perhitungan faktor ergonomis, jarak punggung, dan lain-lain. Tetapi setelah kompetisi berakhir, saya pun merealisasikan bangku tersebut dan hingga kini dipajang di kantor.

Dari 3D Image Hingga Lapangan
Sebagai seorang desainer interior, selain bekerja di balik meja, saya juga harus terjun ke lapangan untuk survei dan melihat kondisi serta syarat dan ketentuan yang diberlakukan. Selama masa pembuatan setidaknya dua kali dalam seminggu saya juga harus mengecek apakah sudah sesuai dengan konsep 3D image. Jika memang tidak sesuai harus segera diubah. Biasanya kalau terjadi hal tersebut, kesalahan ada pada gambar yang kurang lengkap atau kesalahan kontraktor dalam membaca gambar.
      Hal yang saya senangi dari mendesain interior adalah membuat desain yang tak sekedar garis, tetapi juga mempertimbangkan dimensi dan faktor fungsional mulai dari ukuran ruangan hingga besar dan kecil benda yang akan ada di ruangan tersebut. Untuk inspirasi bisa datang dari mana saja dan saya tidak berkiblat pada desain manapun, karena saya lebih senang bebas berekspresi.

Doyan Jalan

Pekerjaan desainer interior memiliki resiko tingkat stres yang tinggi. Sehingga, saya sebisa mungkin menghibur diri lewat hobi. Selain hobi olahraga futsal yang seminggu sekali rutin saya jalani bersama teman-teman, saya juga doyan jalan-jalan. Pilihan saya jatuh kepada caving (susur gua) yang diadakan oleh komunitas Doyan Jalan. Untuk kegiatannya saya lebih memilih yang bersifat adrenalin seperti caving, rafting, atau hiking ke gunung. Karena kegiatan pemicu adrenalin tersebutlah yang benar-benar bisa membuat otak saya fresh kembali. Kegiatan inilah yang bisa menyeimbangkan hidup saya. 


NOVITA PERMATASARI
FOTO: TODI HARIANTO

Share this article :

Related posts