Cleo Indonesia

Pecinta Lingkungan Hidup, Nova Muhammad Ferlansyah


Aktif di Bekasi Green Attack dan Save Mugo




Diawali dari daerah sendiri
Saya aktif di kegiatan lingkungan hidup sejak 2010. Awalnya saya suka kegiatan pecinta alam saat kuliah. Namun saya berpikir kenapa kita jauh-jauh menikmati indahnya wilayah lain tapi kawasan di sekitar kita sendiri malah rusak. Akhirnya saya tergerak ikut kegiatan Earth Hour Bekasi pada 2011. Setelah itu, saya dan teman-teman melihat bahwa di kawasan tempat kami tinggal yaitu di Bekasi, ada satu daerah yang mengalami kerusakan namun masih bisa diperbaiki. Daerah ini berada di ujung utara Bekasi dan berbatasan dengan Karawang, namanya Muara Gembong. Saya dan teman-teman lalu membentuk komunitas Bekasi Green Attack yang berfokus pada penyelamatan kawasan ini dengan nama gerakan Save Mugo (Muara Gembong).

Tiga fokus utama
Dimulai dengan kegiatan pada 19 Mei 2013 yang mengajak hampir sekitar 200 orang dari berbagai kalangan, mulai dari teman-teman dari beberapa komunitas, pelajar, dan warga sekitar, awalnya kami ingin mempublikasikan kondisi yang sesungguhnya di sana. Setelah kegiatan tersebut, informasi semakin berkembang dan semakin banyak yang tertarik untuk berpartisipasi, bahkan dari Bandung hingga Semarang.
    Ada tiga hal yang menjadi fokus kami di sana yaitu rehabilitasi hutan bakau, penyelamatan lutung jawa yang merupakan hewan endemik di sana, dan perbaikan sanitasi air bersih. Karena kawasan ini terletak di daerah pesisir, maka rentan mengalami abrasi, apalagi banyak penduduk yang menebang hutan bakau karena tidak mengerti manfaatnya bagi alam. Oleh karena itu kami mengajak mereka dan beberapa komunitas untuk menanam bakau kembali. Awalnya cukup sulit karena warga mengira kami ingin merebut lahan mereka, namun setelah diberi penjelasan akhirnya mereka sadar. Dari yang awalnya baru empat hektar, kini kami—dibantu para relawan dan komunitas lain—sudah menanam bakau hampir 20 hektar. Sementara lutung Jawa di sana menjadi target para pemburu yang mengambil organ mereka untuk dijual sebagai obat. Itulah sebabnya kami mengajak para ahli primata untuk mulai mengedukasi mereka tentang hal ini.

Potensi wisata baru    
     
Sebenarnya Muara Gembong mempunyai potensi wisata yang cukup besar. Selain hutan bakau, kawasan ini ini juga menarik untuk menjadi wisata bahari. Selain bisa menyisir daerah ini dengan perahu, pengunjung juga bisa menikmati sajian ikan segar langsung dari nelayan. Sejak 2013, ada sekitar 10 ribu pengunjung yang datang ke sini. Ini, kan, sebenarnya memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Itulah sebabnya ada beberapa teman yang membuat Taman Belajar Mugo atau Talago yang mengajarkan bahasa Inggris dengan cara yang fun kepada anak-anak di daerah ini agar mereka bisa berkomunikasi bila ada wisatawan asing yang datang ke sana. Pada dasarnya yang membuat saya dan teman-teman merasa senang adalah apa yang kami lakukan akhirnya berguna bagi masyarakat. 


FOTO: HERMAWAN

Share this article :

Related posts