Cleo Indonesia

Petra “Jebraw” G. Michael


"Arti jalan-jalan adalah bukan sebanyak apa kita pergi, tetapi sedalam apa kita menggali tempat yang kita pijak."



Kelainan jadi anugerah

Ketika duduk di bangku sekolah menengah atas, manajer band berkata bahwa saya sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Akhirnya saya iseng pergi ke dokter. Hasilnya ternyata saya mengidap penyakit Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), yaitu penyakit yang membuat saya hiperaktif dan susah fokus. Kata dokter, fokus saya seperti anak usia 11. Awalnya saya tidak terima dibilang sakit, dan semua obat yang diberikan tidak saya konsumsi. Tapi seiring berjalannya waktu saya justru bersyukur karena ternyata penyakit ini adalah anugerah yang Tuhan berikan dan menjadi kekuatan untuk saya. Berkat penyakit ini saya bisa menghasilkan Jalan-jalan Men serta membawakannya dengan fun dan menjadi vocalist untuk Real Band bersama Ello. Saya juga cukup surprised karena Jalan-jalan Men yang tadinya hanya bisa dilihat via Youtube sekarang sudah bisa dilihat di televisi. Mungkin dulu saya hiperaktif tidak pada waktunya, tetapi sekarang saya bisa lebih berpikir dewasa dan mengendalikan diri.

Panggilan “Jebraw”
Nama Jebraw sendiri sebenarnya berasal dari kata “berjebraw” yang dulu saya ciptakan pada saat SMP. Karena pada waktu itu belum banyak bahasa gaul yang muncul, sehingga saya menciptakannya agar perbincangan dengan teman juga lebih seru. Kata “berjebraw” merupakan kata kerja yang bisa diartikan sebagai hal yang spektakuler. Pernah saya mencoba memasukkan kata “berjebraw” ini ke Wikipedia. Bahkan sayajuga memasukkan definisi serta bentuk kata sifatnya secara lengkap. Tetapi ditolak karena belum memiliki referensi. Tetapi saya cukup senang sekarang di Wikipedia sudah terdaftar kata “Jebraw” yang merupakan profil pribadi saya. Pada saat membuat konsep acara Jalan-jalan Men bersama dua orang teman, akhirnya diputuskan nama Jebraw itu saya gunakan agar lebih berkarakter. Hingga kini orang memanggil nama saya Jebraw.

Sekolah keliling

Kalo boleh jujur, dulunya saya justru kecewa mengapa saya dilahirkan di Indonesia yang dalam pandangan saya serba negatif. Setelah berkeliling Indonesia bersama Jalan-jalan Men, kecintaan saya terhadap Indonesia semakin mendalam. Salah satu destinasi yang mengubah cara pandang saya tentang Indonesia adalah Flores. Pada saat berkunjung ke Wae Rebo, saya melihat penduduk setempat yang benar-benar menikmati hidup meskipun mereka hidup bergantung pada alam. Di sana saya juga bisa dilihat bahwa pembangunan Indonesia belum merata. Karena itulah hati saya tergerak untuk berbuat sesuatu. Target saya lima tahun ke depan, saya ingin membuat sekolah keliling dengan mengajar dari pelosok ke pelosok di Indonesia yang pendidikannya belum memadai. Mungkin saya tidak akan mengajar berdasarkan kurikulum, tetapi saya ingin mengajarkan kepada penduduk setempat mengenai pengetahuan umum serta potensi apa yang bisa diangkat dan dikembangkan di daerah mereka. Misalnya saja di Pulau Komodo, saya ingin mengajarkan kepada anak-anak bagaimana menjadi tour guide yang baik serta mengajarkan bahasa Inggris. Menurut saya mereka layak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.


NOVITA PERMATASARI
FOTO: HERMAWAN

Share this article :

Related posts