Cleo Indonesia

Regi Arandityo, Host ScreensaversID

“Film yang bagus itu harus masuk akal.Walaupun filmnya bercerita tentang monster atau film fantasi, tapi tetap ada logikanya.”






























Menyukai perubahan karakter
Saya suka menonton sejak kecil karena orang tua juga gemar menonton. Saat kuliah, hobi ini makin tersalurkan karena ada beberapa teman yang juga suka nonton dan saya mulai sering membaca tulisan-tulisan tentang film di berbagai forum di internet. Selain itu kadang-kadang saya juga sering membaca artikel behind the scene atau melihat special features sebuah film di Blu-ray.

Menurut saya, film yang bagus itu harus masuk akal. Walaupun filmnya bercerita tentang monster atau film fantasi, tapi tetap ada logikanya. Jangan seperti film trilogi Twilight, sudah jalan ceritanya aneh, editing filmnya pun jelek. Buat saya sendiri, karakter dalam film itu nomor satu. Saya paling suka film yang menggambarkan perubahan karakter tokohnya dari menit pertama sampai menit terakhir. Salah satu contoh favorit saya yang menggambarkan perubahan ini adalah Luke Skywalker di film Star Wars Episode IV.

Diskusi lewat audio podcast

Sudah sejak lama saya ingin membuat audio podcast yang membahas soal film. Kalau membahasnya lewat blog kadang malas dan tak sempat menulisnya. Selain itu kalau audio podcast, kan, bisa didengarkan sambil menyetir mobil. Kebetulan saya punya seorang teman, Atri, yang sama-sama suka ngobrolin film dan dia punya kenalan yang suka membuat podcast. Kami pun mulai membuat audio podcast di YouTube lewat akun ScreenSaversID sejak akhir 2012.

Selain itu kami juga sering membahas soal film lewat Twitter @ScreenSaversID, membuat acara nonton bareng dan diskusi film, salah satunya nonton bareng film V/H/S/2 karya Timo Tjahjanto dan Gareth Evans yang dilanjutkan dengan diskusi film ini bersama Timo dan beberapa pemain di dalamnya.  

Tidak suka film horor
Jika ditanya soal genre film favorit, saya suka dengan film-film science fiction dan drama kriminal. Jujur saja saya kurang suka film horor karena saya orangnya penakut. Hahaha… Kalau film drama romantis, saya tidak menolak, tapi menurut saya film drama romantis zaman dulu lebih bagus karena karakter tokohnya penuh misteri, contohnya You’ve Got Mail dan Four Weddings and A Funeral. Meski saya suka nonton film, saya tidak mensyaratkan agar kekasih juga menyukainya. Tapi kalau mau menemani akan lebih bagus. Bahkan pacar saya yang awalnya hanya suka menonton film drama tentang cinta, sekarang mulai ketularan saya menonton macam-macam film.

ANGGARA DIALUSI
FOTO: HONDA TRANGGONO


Share this article :

Related posts