Cleo Indonesia

Wijaya Saputra Mencintai Dunia Basket


"Basket adalah hidup saya. Saya hidup dari basket dan mengenyam pendidikan karena berkarier di dunia ini.”



Penggemar basket mungkin sudah tidak asing lagi dengan sosok pemain basket Wijaya Saputra, CLEO Bachelor 2013. Pria yang akrab dipanggil Jay ini berkenalan dengan basket tanpa sengaja. Siapa menyangka kalau olahraga yang ditekuninya sejak kelas 6 SD tersebut bisa membawanya menjadi atlet basket profesional.

Bisa diceritakan bagaimana perkenalan awal Anda dengan basket?
Pertama kali main basket sebenarnya tidak disengaja karena diajak teman. Saya pikir kenapa tidak, karena bisa membuat tubuh sehat. Saya pun mengiyakan ajakannya. Sebenarnya dari sana basket pun menjadi hobi dan rutin saya mainkan dengan teman saya.

Apa yang membuat Anda memutuskan untuk menjadi atlet basket?
Kejadiannya sewaktu saya kelas 3 SMP. Saat itu ada klub nasional yang melakukan kunjungan ke klub basket amatir saya, Taman Harapan Indah, Jakarta. Saya kagum melihat para pemain basket profesional yang datang saat itu dan bermimpi ingin seperti mereka. Sejak saat itu saya mulai serius di dunia basket.

Lalu apa yang Anda lakukan untuk merintis karier di basket?
Di bangku SMU saya bergabung di klub basket sekolah dan mulai sering ikut kompetisi. Mulailah saya dan tim menjuarai berbagai kompetisi tingkat sekolah hingga akhirnya muncul tawaran untuk bermain klub CLS Knights Surabaya.

Pernah mengalami pengalaman buruk ketika bermain basket?
Saya pernah cedera karena jatuh terpelanting hingga pinggang saya bengkak. Namun saya tetap paksakan untuk tetap bermain. Akibatnya, beberapa hari setelahnya saya malah tidak bisa ikut latihan dan pertandingan. Kalau kalah dari pertandingan pasti semua atlet pernah merasakannya dan untuk meredakan kekecewaan biasanya saya suka berteriak di tempat sepi. Sehabis teriak-teriak, perasaan langsung lega dan siap untuk bermain lagi.



Apa rencana karier Anda di masa depan?
Inginnya dalam waktu dua tahun lagi, tepatnya ketika berumur 30 tahun, saya mau berhenti dari basket dan mulai berbisnis. Dari dulu memang sudah mulai menyisihkan uang untuk modal bisnis dan mencari usaha yang tepat untuk saya.

Kenapa memilih berwirausaha?
Menurut saya menjadi pemain basket hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Di usia di atas 30 tahun biasanya pemain basket tidak berada dalam kondisi fit lagi. Saya tidak menutup kemungkinan meneruskan karier di dunia basket jika klub saya memang masih menginginkannya. Namun, membuat usaha merupakan cita-cita dan passion saya.

Kabarnya kini Anda juga mulai merambah karier di dunia hiburan?

Tidak juga. Sebenarnya perkenalan ke dunia hiburan benar-benar tidak sengaja sejak beberapa waktu lalu saya ditawari menjadi model video clip Donna Agnesia. Namun saya juga tidak menampik jika memang dibukakan jalan di dunia hiburan dan pasti akan saya lakukan dengan serius juga.



IMELDA RAHMAWATI
FOTOGRAFER: PETER F. MOMOR
PENGARAH GAYA: MARGARETHA UNTORO
ASISTEN PENGARAH GAYA: PRIMAWAN HAKIM

Share this article :

Related posts