Cleo Indonesia

Begini caranya agar orang tua dan keluarga si dia ‘jatuh cinta’ kepada Anda.

Jangan gugup, hal ini tidak mustahil kok


Salah satu tanda bahwa si dia sudah serius menjalani hubungan adalah ia mulai memperkenalkan dan melibatkan Anda dalam keluarganya. Senang? Tentu saja. Tapi hati-hati, kalau Anda salah bersikap, bisa-bisa nama Anda akan ‘tercoreng’ di mata keluarganya.
 
Kapan waktu yang tepat untuk bertemu orang tua atau keluarga pasangan?
Sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai waktu yang tepat untuk bertemu keluarga pasangan, namun ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal berikut:
  • Anda dan pasangan sudah menjalin hubungan di atas enam bulan yang menandakan hubungan sudah cukup stabil.
  • Adanya undangan dari orang tua pasangan untuk bertemu.
  • Anda memang sedang benar-benar punya waktu. Percuma jika Anda bertemu dengan orang tuanya namun Anda malah sibuk dengan smartphone karena sedang dikejar deadline tugas di kantor. Ini akan meninggalkan kesan buruk di mata mereka.
 
Apa acaranya?

Family lunch/dinner
Do:
  • Datang sendiri tanpa dijemput pasangan, karena mungkin si dia harus jadi ‘supir’ keluarga untuk hari itu.
  • Big smile and big ears for listening. Di sinilah ‘ilmu’ basa-basi Anda harus diterapkan.
  • Ikut nimbrung dalam percakapan tanpa nada menggurui. Cerita tentang kehebatan atau kebaikan pasangan bisa jadi tema perbincangan yang relevan.
  • Mingle dan tidak duduk bersebelahan dengan pasangan Anda.
  • Turn off your phone. Atau setidaknya, matikan nada dering agar tidak berisik.
  • Jika keluarganya bingung hendak makan apa, berilah saran, namun jangan memerintah. Contoh, “Bagaimana kalau kita makan ikan bakar? Ikan di restoran X biasanya segar-segar, lho.” Jangan pernah mengatakan, “Makan ikan bakar saja, saya sukanya makan ikan.” Ingat, Anda adalah orang yang baru mereka temui. Bisa-bisa Anda dicap bossy.
 Don’t:
  • Datang terlambat, apalagi membuat mereka menunggu kehadiran Anda.
  • Berbelanja. Jika memang jadwal acara hari itu adalah makan bersama di mal, jangan seret keluarganya untuk menemani Anda melihat toko sepatu yang sedang diskon.
  • Meminta tambahan makanan tanpa ditawarkan. Tidak mau dianggap rakus apalagi aji mumpung, kan?
 
Acara keluarga, misalnya arisan keluarga atau pernikahan saudara
Do:
  • Tanya pasangan baju apa yang pantas Anda kenakan. Jika ia tidak membantu, tak ada salahnya Anda bertanya kepada ibu atau saudara perempuan pasangan Anda. Di posisi ini, tidak perlu merasa canggung, karena biasanya Anda baru akan diajak ke acara keluarga setelah mengenal baik keluarga intinya.
  • Bawa buah tangan. Makanan kecil atau buah akan selalu cocok untuk segala acara.
  • Bertanya ke keluarganya tentang hubungan kekerabatan atau silsilah keluarga yang hadir di acara tersebut. Ini bisa jadi kesempatan baik untuk semakin mengenal keluarga besarnya.
  • Memuji masakan kerabatnya yang enak, langsung kepada orangnya. Poin plus untuk Anda karena terkesan ramah.
  • Membantu membereskan rumah. Walaupun bantuan Anda ditolak, jadilah tamu yang sopan dengan menawarkan (bahkan setengah memaksa) bantuan.
 
Don’t:
  • Menolak mingle dan memilih untuk duduk berdua dengan si dia.
  • PDA is a big no!
  • Menyuruh pasangan mengambilkan makan atau minum. Meski mungkin ia terbiasa memanjakan Anda, di hadapan keluarganya, ia adalah anak laki-laki yang dibanggakan. Show them how you respect their son.
 
Perjalanan jauh
Do:
  • Jika Anda harus berada dalam satu mobil bersama keluarga pasangan untuk perjalanan jauh dan lama, kunci untuk bertahan pada situasi ini adalah pasang telinga. Walaupun topik pembicaraan bisa jadi membosankan bagi Anda, sangat penting untuk tetap mempertahankan antusiasme. Trust us.
  • Tak jarang, situasi berubah menjadi menegangkan karena salah satu dari anggota rombongan jadi gusar karena bosan. Jadilah ice breaker jika mampu.
 
Don’t:
  • Tidur. Perjalanan jauh memang melelahkan, namun jika semua yang di dalam mobil itu masih terjaga, alangkah baiknya jika bukan Anda yang menjadi yang pertama yang terlelap.
  • Complain about the traffic. Semua orang juga tak suka macet. Mempertegas betapa Anda membenci macet tidak akan memberi efek positif apapun.
 
Berlibur ke luar kota atau ke luar negeri
Do:
  • Bawa barang secukupnya. Jangan sampai barang bawaan Anda malah yang paling memakan tempat di bagasi.
  • Jujur tentang kondisi Anda. Jika Anda punya alergi atau Anda gampang mabuk perjalanan, sebaiknya jelaskan kepada keluarga pasangan sejak awal. Jangan sampai mereka panik saat Anda tiba-tiba muntah-muntah karena alergi.
 
Don’t:
  • Bertengkar dengan pasangan. Sebesar apapun masalahnya, tahan semua emosi dan lampiaskan begitu liburan sudah berakhir. Jangan rusak suasana keluarganya dengan pertengkaran Anda.
  • Menolak mencoba hal-hal baru. Jika Anda tidak suka makanan daerah tersebut, setidaknya cicipilah sedikit, lalu katakan secara jujur bahwa Anda tidak menyukainya.
 
Teks Adisti Daramutia
Foto
Pexels
 

Share this article :

Related posts