Cleo Indonesia

Ketika Pasangan Cemburu Akan Kesuksesan Anda

Pasangan mendadak cemburu dan uring-uringan ketika Anda mendapatkan promosi di kantor? Jangan biarkan hal ini berlarut-larut dan membuat hubungan Anda rusak.  
 

Ngakunya sih, bangga dengan kesuksesan Anda dalam karier. Namun ketika sudah dijalani, kekasih tiba-tiba menjadi lebih sensitif dan mudah marah? Selain naiknya gaji, peningkatan karier memang identik dengan bertambahnya tanggung jawab dan juga konsekuensi-konsekuensi lainnya yang menyita banyak waktu serta perhatian Anda-lebih dari biasanya. Tak heran, perubahan yang serba mendadak ini membawa dampak pula pada hubungan Anda dengan kekasih yang tadinya adem ayem saja.

Cemburu Tanda Ketidakmampuan?
Namun apa benar hal itu semata-mata karena kekasih cemburu dengan kesuksesan Anda? Penelitian yang dilakukan oleh Psikolog Kate Ratliff dari University of Florida dan Shigehiro Oishi dari University of Virginia menjawab semua rasa penasaran itu di Journal of Personality and Social Psychology yang terbit pada Agustus 2013 lalu. Penelitian tersebut dilakukan dengan memberikan tes kecerdasan pada 32 pasangan yang berbeda. Meskipun tes tersebut tidak benar-benar dinilai, masing-masing peserta diberitahukan bahwa pasangan mereka mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan mereka.

Hasilnya, pria yang diberitahukan bahwa pasangannya mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari mereka, langsung merasa rendah diri. Apalagi jika pasangannya tersebut memiliki keahlian dan sukses pada bidang di mana para pria ini tak terlalu menguasai. Menurut penelitian tersebut, para pria merasa terancam apabila mereka kalah unggul dari pasangan, terutama di hal-hal yang mereka lakukan bersama. Ini tak hanya melukai harga diri mereka, tapi juga secara otomatis ditafsirkan sebagai kegagalan walaupun mereka tidak benar-benar berada dalam sebuah kompetisi. Alhasil, bagi para mayoritas pria, pernyataan bahwa pasangannya sukses di dalam karier secara tak sadar diartikan menjadi “pasangan jauh lebih sukses” ketimbang dirinya. 
 
Hal ini pun diakui oleh Ajeng Raviando, psikolog dari Teman Hati Konseling. Kecemburuan, menurut Ajeng, disebabkan salah satunya oleh sifat superior yang dimiliki oleh pasangan. “Mungkin pada awal mulai berhubungan, masing-masing pasangan merasa kedudukannya setara. Namun seiring berjalannya waktu, ketika pria melihat pasangannya jauh lebih sukses, tanpa disadari egonya terluka,” tutur Ajeng. Ego yang terluka tersebut tidak semata-mata karena iri atas kesuksesan pasangannya. Bisa saja karena rasa takut atau terancam yang timbul akibat kurangnya kepercayaan diri.

“Padahal kesuksesan pasangan seharusnya bisa diterima dan tidak dianggap sebagai ancaman,” ujar Ajeng. Namun hasil penelitian dalam Journal of Personality and Social Psychology mengungkapkan bahwa wajar jika pria cenderung merasa terancam oleh keberhasilan pasangan mereka. Hal itu bisa jadi disebabkan oleh hormon testosteron pria yang tengah beraksi. Dikatakan selanjutnya dalam studi tersebut, harga diri pria seakan tenggelam saat pasangannya berhasil. Sebaliknya, wanita justru tidak merasa terintimidasi oleh prestasi kekasihnya.

Dari hasil penelitiannya tersebut, Kate Ratliff menarik kesimpulan bahwa pria memang cenderung mengaitkan antara keberhasilan dan kompetensi. Itu sebabnya keberhasilan wanita, apalagi pasangannya sendiri, tampak seperti sebuah ancaman yang bahkan bisa memengaruhi hubungan percintaan diantara keduanya. Kemungkinan besar hal ini dipengaruhi oleh adanya kekhawatiran bahwa wanita yang sukses akan berpikir bahwa pasangannya tak cukup baik. “Akibatnya keberhasilan pasangan yang seharusnya dijadikan tantangan atau pemicu untuk meraih kesuksesan yang sama, malah jadi bumerang bagi hubungan jika tidak dikomunikasikan dan disadari,” ungkap Ajeng.

“Apalagi jika pasangan bersifat introvert atau gengsi untuk mengakui kecemburuannya. Perasaan-perasaan terpendam itu bisa muncul ke permukaan bagai bom waktu,” lanjutnya. Alhasil, terjadi perselisihan untuk hal-hal sepele yang malah makin memperuncing keadaan. Seperti yang dialami oleh Debora (27), seorang Account Manager sebuah agency digital. Belum lama ia dipromosikan menjadi manajer oleh atasannya, namun pertengkaran demi pertengkaran sudah mewarnai hari-harinya dengan sang kekasih. “Penyebabnya sepele dan sebenarnya tak pernah jadi masalah sewaktu awal kami pacaran, seperti siapa yang membayar saat kencan atau jadwal lembur,” kisah Debora.

Sang kekasih yang awalnya santai dalam masalah uang dan tak pernah mempermasalahkan jam kerjanya, mendadak uring-uringan dan menuduh Debora terlalu sibuk. Alasannya ia takut kekasihnya tersebut jatuh sakit. Memang, seiring dengan bertambahnya tanggung jawab, Debora pun seringkali terjebak di kantor sampai larut malam atau terkadang harus bekerja saat weekend. Setelah diusut, ternyata sang kekasih cemburu karena dirinya dipromosikan. “Tak hanya rutinitas yang berubah, pria merasa seakan ‘ditinggalkan’ dan khawatir dirinya tak lagi dibutuhkan oleh pasangannya,” tutur Ajeng, menjelaskan.    


Teks Stephanie Mamonto
Foto Pexels
 

Share this article :

Related posts