Cleo Indonesia

3 Alasan Pria Tidak Mau Menggunakan Kondom

Bekali diri Anda dengan ‘amunisi’untuk menangkis tiga alasan utama pria menolak menggunakan kondom—sekaligus meyakinkan pasangan untuk menggunakan ‘sarung’ ini


 
ALASAN #1 Mengurangi kenikmatan. Ini alasan nomor satu mengapa pria menghindari kondom. Sensasi skin to skinsaat penetrasi jadi kurang didapat karena terhalang kondom.
AMUNISI Justru menambah kenikmatan.Ya, Anda tak salah baca! Kondom dapat membantu Anda dan dia merasa lebih rileks karena terbebas dari rasa khawatir. Anda semua tahu, stres dapat merusak kenikmatan bercinta. Lagipulamenggunakan kondom dapat membantu seks berlangsung lebih lama—yang tentu saja lebih baik! Ini bisa jadi solusi jika pasangan seringkali ejakulasi terlalu cepat. Hey, Anda juga perlu dipuaskan, kan?
TIPS Tambahkan sedikit water-based lubricantpada ujung kondom bagian dalam dan bagian luar, dapat membuatnya terasa jauh lebih baik. Selain itu, ada banyak varian kondom (bergerigi, ultra-thin, lubricated) yang dapat membuatnya serasa seperti kulit kedua. Jadi, beli beberapa dan beri tahu pasangan bahwa Anda ingin mencobanya untuk merasakan seperti apa sensasinya. Akhirnya, kondom pun menjadi bagian dari kenikmatan bercinta!
 
ALASAN #2 Tidak menemukan kondom yang pas. Saat dipakai, kondom harus terasa nyaman dan aman. Kondom yang terlalu ketat terasa menyakitkan, sedangkan yang terasa longgar tentujuga tidak nyaman dan aman.
AMUNISI Mencari kondom yang tepat tak sesulit itu, kok. Menurut situs quora.com, 30-35% pria membutuhkan kondom dengan ukuran lebih kecil daripada standar, dan hanya 15-20% pria yang membutuhkan kondom berukuran besar. Jadi, sebagian besar pria berada pada ukuran medium atau standar.
TIPS Cari tahu ukuran kondom yang tepat untuk pasangan dengan mencoba beberapa merek dan ukuran. Jika perlu, gunakan situs condom-sizes.org untuk membantunya menemukan kondom yang sesuai dengan kebutuhan. Di sana ada condom calculator—tinggal ukur, masukkan datanya, dan Anda akan mendapatkan merek dan jenis kondom yang direkomendasikan.
 
ALASAN #3Menginterupsi gairah yang memuncak. Lagi seru-serunya, eh, harus time-out untuk memasang kondom. Penelitian menunjukkan, 28 persen pria kehilangan ereksinya saat jeda memasang kondom—dan setelah dipakai, 20 persen pria memiliki kesulitan mempertahankan ereksi.
AMUNISIBantu dia dengan menyediakan kondom dan memasangkannya. Tak ada salahnya jika Anda yang harus berinisiatif dalam urusan kondom. Pasalnya saat berhubungan seks, pria ibarat banteng—dan Anda matadornya! Pertahankan ereksinya dengan memasangkan kondom pada ‘junior’nya, sembarimembiarkan ia mencium leher dan tubuh Anda selagi tangan Anda bekerja.
TIPSUntuk bisa mengemban tugas itu, Anda harusjadi ahlinya! Pertama, sebelum bercinta, selalu cek tanggal kedaluwarsa kondomyang akan digunakan. Kedua, buka bungkusnya dengan hati-hati—jangan membuka dengan gigi karena dapat merusak kondom. Ketiga, pegang ujung kondom untuk mengeluarkan udara (ini penting untuk menghindari pecahnya kondom saat ejakulasi), kemudian gulung hingga pangkal penis yang sedang ereksi. Bagian dengan ujung kondom menggulung adalah sisi luar—jangan sampai terbalik! Bila sempat memakainya terbalik, buang, dan ambil kondom baru lagi. Keempat, aplikasikan lubrikan berbahan dasar air pada bagian luar kondom—yang tak hanya menambah kenikmatan, tetapi juga mengurangi risiko kondom robek. Jangan gunakanpelumas berbahan dasar minyak karena dapat menyebabkan kondom rusak.
 
Setelah ejakulasi, pastikan penis masih dalam keadaan ereksi ketika dicabut, dan pegang pangkal kondom saat menariknya untuk menghindari cairan menetes ke luar.Terakhir yang tak kalah pentingnya, setelah selesaidipakai, pastikan pasangan Anda membuang kondom dengan benar yaitu dengan mengikat simpul bagian belakang kondom untuk mencegah cairan di dalamnya tumpah, lalu bungkus dengan plastik atau tisu dan membuangnya ke tempat sampah. Ingat, bukan ke dalam toilet, ya!
 
 
Teks Riani Sovana Soedjais
Foto Fotosearch
 
 
 

Topic

seks

Share this article :

Related posts