Cleo Indonesia

What Porn Men Really Consume

Pria memang sulit dipisahkan dengan materi visual yang mengandung hal-hal seksual. Sebenarnya, apa yang membuat mereka menyukainya?


 
Bagi sebagian besar pria, menonton adegan bercinta yang ‘panas’ dalam sebuah ‘film biru’ merupakan sebuah hiburan dan cara mudah untuk merasakan sensasi seksual. This is like a ‘me time’ for men. Gambaran visual tersebut akan memicu otak pria dan memberi mereka kenikmatan. Hal inilah yang kemudian diamati oleh dua orang peneliti fungsi otak bernama Ogi Ogas, Ph.D., dan Sai Gaddam, Ph.D., yang melakukan penelitian di dunia maya tentang kaitan antara otak dan pornografi. Untuk menyusun buku mereka yang berjudul A Billion Wicked Thoughts: What the World’s Largest Experiment Reveals about Human Desire, Ogas dan Gaddam menganalisa sekitar 400 juta pencarian online di internet agar mengetahui apa yang ada di kepala pria dan wanita mengenai seks.
 
Dalam penelitian ini, diketahui bahwa lima topik tertinggi yang sering dicari pria di internet adalah youth, gay, sexy mother, breast, dan cheating wife. Sementara di urutan lainnya adalah beberapa bagian tubuh wanita seperti payudara, bokong, dan pinggul, karena secara ilmiah, pria tertarik pada bagian tubuh feminin yang tidak dimilikinya.      
 
Yang menarik, ungkap Ogas dan Gaddam, pencarian kata cheating wife termasuk tinggi karena pria secara biologis memiliki jiwa kompetitif. Dalam dunia binatang, jika pejantan melihat pejantan lain birahi dengan betina lain, maka ia akan ikut menjadi birahi. Bila ia ingin mengungguli pejantan lain, maka ia harus menghasilkan sperma yang lebih banyak. Manusia juga mengalami respons yang sama seperti ini, jika ia melihat seorang wanita—termasuk pasangannya—bercinta dengan pria lain, maka ia akan ikut terangsang. Temuan menarik lainnya adalah banyaknya kata pencarian porn kategori wanita berusia 50an dan 60an, yang disebut granny porn.
 
Sementara untuk wanita, menurut Ogas, kisah erotis seperti novel roman lebih menarik bagi wanita karena otak mereka butuh banyak stimulus untuk meningkatkan gairahnya. Sementara otak pria biasanya langsung merespons setiap stimulus seksual dalam bentuk visual seperti bagian tubuh wanita atau adegan ciuman. Jika pria dapat terangsang dengan adegan seks sepanjang 60 detik, maka untuk ‘menaikkan’ gairah wanita dibutuhkan 250 halaman novel erotis. Itulah sebabnya film yang ditujukan bagi pria umumnya langsung menampilkan adegan panas di awal cerita, sementara sesi bercinta dalam novel erotis yang biasanya dibaca oleh wanita baru muncul di bagian tengah.
             
 
 
Teks Prihandhini
Foto Fotosearch
 
 

Topic

seks

Share this article :

Related posts