Cleo Indonesia

Hindari Problem Perut Selama Liburan

Ternyata, ada satu hal yang sering lupa Anda antisipasi sebelum traveling


 
Coba diingat-ingat, saat Anda berwisata baik ke luar kota, luar pulau, atau luar negeri, apakah frekuensi buang air besar Anda jadi tak teratur atau malah tidak pernah sama sekali? Atau mungkin kebalikannya, Anda terlalu sering ke belakang alias ‘buang-buang air’? Ya, saat traveling, ada dua masalah pencernaan yang paling sering dialami orang-orang, yaitu konstipasi atau diare. Meski umumnya sifatnya hanya sementara, alias pola ‘ke belakang’ Anda kemungkinan besar akan kembali normal setelah kembali ke kota asal, namun urusan ke belakang yang tak lancar atau justru terlalu lancar pasti membuat acara traveling jadi kurang nyaman, bukan? Begini cara mengatasinya.
 
Kasus konstipasi
Sembelit sementara yang dialami saat traveling sebenarnya tidak bisa dibilang life-threatening, namun bisa menimbulkan ketidaknyamanan, sakit perut atau perut melilit, perut terasa ‘penuh’ dan tampak buncit, dan buang gas berlebihan.
  • Pola makan umumnya berubah. Jika biasanya Anda banyak makan sayuran, buah, atau makanan kaya serat seperti oatmeal, saat sedang berlibur, Anda cenderung makan sesuka hati. Ini berarti, asupan serat berkurang drastis dan membuat urusan ke belakang jadi mampet. Solusinya, pastikan asupan makanan kaya serat sama seperti saat tidak sedang berlibur.
  • Malas bergerak membuat pencernaan ikut malas. Apalagi jika Anda berlibur ‘santai’ yang tak membutuhkan banyak gerak, seperti spa getaway, bersantai di pantai, dan lain-lain. Dengan lebih banyak bergerak, maka organ-organ pencernaan juga akan lebih aktif.
  • Gara-gara dehidrasi. Kurang cairan juga bisa membuat feses mampet. Anda tetap wajib minum air putih minimal delapan gelas agar BAB lancar. Supaya mudah, bawa botol air minum berukuran minimal 250ml dan hitung asupan air Anda dalam sehari dari berapa kali Anda menghabiskan air di dalam botol.
  • Hindari suplemen atau obat yang memicu konstipasi selama Anda berlibur, misalnya suplemen kalsium, suplemen zat besi, atau obat yang mengandung antasid (misalnya obat maag), kecuali jika Anda benar-benar memang harus mengonsumsinya.
 
Drama diare
Diare saat traveling juga sifatnya sementara, namun jika dibiarkan, Anda berisiko dehidrasi. Apabila dehidrasi ini dibiarkan juga, efeknya bisa sangat berbahaya.
  • Hati-hati makanan atau minuman tidak bersih. Namanya juga sedang berlibur, saatnya mencicipi makanan unik dan eksotis khas daerah tersebut, kan? Namun jika Anda memiliki perut sensitif, makanan atau minuman yang tidak bersih (dan mengandung bakteri) dapat membuat organ pencernaan ‘mengamuk’. Pastikan makanan dan minuman tersebut higienis, jangan lupa bawa obat diare, DAN banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Sedikit catatan jika Anda berperut sensitif, usahakan untuk tidak jajan dari pedagang kaki lima.
  • Sugary and/or greasy foods are not good. Makanan yang terlalu berminyak atau mengandung kadar gula yang tinggi juga dapat memicu diare pada sebagian orang. Batasi jumlah makanan berminyak dan manis-manis saat Anda traveling untuk mencegahnya.
 
 
Foto Fotosearch
 

Share this article :

Related posts