Cleo Indonesia

Bangkitnya Trend Kamera Analog di Era yang Serba Digital

Seeking Analog in The Digital World 


Pemandangan sekumpulan orang-orang yang mengalungkan kamera di tempat umum ataupun cafe-cafe cantik bukanlah hal yang asing lagi. Nowadays, almost everyone carries one, dan kebanyakan dari mereka membawa kamera mirrorless mungil yang sudah canggih dilengkapi dengan fitur wifi. 

Namun dibalik trend eksis di media sosial ini, antusiasme terhadap dunia fotografi juga berkembang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya minat terhadap kamera analog. Secara singkat, kamera analog dijelaskan sebagai kamera manual yang menangkap gambar dalam bentuk media film yang tidak memiliki sensor untuk membuat sebuah gambar digital. Salah satu jenis kamera analog yang sedang digemari ialah Kamera Disposable, kamera sederhana yang dimaksudkan untuk digunakan satu kali, dan sebagian besar menggunakan lensa fixed-focus.
 
Hasil foto @fransiscangela menggunakan kamera analog. 

Trend Media Sosial 
Hanya karena kamera tidak mempunayi sistem digital, namun para penghobi fotografi yang menggunakan kamera analog dapat ditemukan dan tetap eksis di media sosial.  Mudah menemukan jejak mereka dengan mencari hashtag seperti #35mm, #35mmfilm, #filmisnotdead, dan berbagai komunitas kamera analog sampai sekarang masih aktif.

Tak terkecuali beberapa influencer pun menaruh minat pada kamera analog. Bahkan penyanyi Tompi juga menekuni hobi fotografinya dengan kamera analog, yang kemudian mendorongnya untuk berbisnis dan membuka Soup n Film. Sebuah toko yang dapat memenuhi segala kebutuhan Anda akan kamera analog, mulai dari menjual roll, hingga jasa mencuci dan mencetak foto.

Lalu, apa yang membedakan kamera analog dengan digital?
Hasil akhir kamera film merupakan gambar di lembaran film yang dimunculkan dan dibuat permanen melalui proses development menggunakan cairan kimia, kemudian diperbesar (enlarge) sesuai kebutuhan untuk dicetak di kertas film.

Jumlah frame foto film yang bisa disimpan dalam satu roll film pun terbatas. Hal ini membuat penggunaan kamera analog lebih menantang dibanding kamera digital.

“Analog membuat saya menjadi lebih kritis saat mengambil foto, tidak asal jepret saja. Kita juga dilatih kesabaran untuk menunggu moment yang tepat dan untuk komposisi. Selain itu efek melankolis yang dihasilkan tidak akan bisa didapat dengan kamera digital yang instan.” Ujar Fransisca Angela, photographer yang karyanya sudah dimuat di berbagai majalah dan juga baru-baru ini dipamerkan di Sydney pada pameran yang berjudul The Print Swap.


Hasil foto @fransiscangela menggunakan kamera analog. 
 
Kembalinya trend analog membawa rasa nostalgia akan rasa penantian yang mendebarkan ketika film akan dicetak. Membuat kita lebih menghargai proses dan tidak sekedar asal, just cause everybody does it. Banyak yang mengharapkan kembali kamera analog tidak sekedar trend yang lewat semata, karenanya selalu tersimpan di benak #filmisnotdead! 

Teks Auli Hadi 
Foto Pexels, Dok. fransiscangela.com 

Share this article :

Related posts